MEMPRIHATINKAN : Sejak adanya jembatan darurat di Desa Bugangan, Kedungwuni, jalan desa tersebut menjadi rusak dan berdebu. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MEMPRIHATINKAN : Sejak adanya jembatan darurat di Desa Bugangan, Kedungwuni, jalan desa tersebut menjadi rusak dan berdebu. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN–Lantaran sering dilalui kendaraan diatas 3 ton, jalan kampung yang ada di Desa Bugangan, Kecamatan Kedungwuni menuju ke jembatan gantung mulai rusak dan berdebu. Kondisi jalan yang semula beraspal mulus, kini mulai berlubang dan sangat menganggu pengguna jalan.

Sumiati, 34, warga Desa Bugangan, Kecamatan Kedungwuni, mengungkapkan bahwa pada awal digunakan jembatan gantung, pihak rekanan selalu rutin menyiram jalan yang berdebu tersebut. Namun sejak awal bulan puasa lalu, jalan kampung yang dilalui kendaraan bermotor, tidak lagi disiram air. Tentu saja, hal itu sangat menganggu aktivitas warga dan banyak warung makan yang tutup karena debu.

“Setiap jam, kami harus membersihkan rumah dari debu. Apalagi kalau pintu rumah terbuka, debu langsung masuk dan mengotori seisi rumah,” ungkap Sumiati, yang juga dialami oleh puluhan rumah lainnya.

Hal senada dikatakan oleh Zaenudin, ketua RT 06 Desa Bugangan. “Saya minta, sebelum Lebaran ini jalan diperbaiki dan penyiraman jalan kembali dilakukan. Kami minta, pihak kontraktor harusnya bertanggung jawab,” kata Zaenudin, yang diamini warga lain.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten Pekalongan, Muhlisin, menandaskan bahwa untuk mengurangi kerusakan jalan desa menuju jembatan darurat, pihaknya sudah melarang kendaraan besar bermuatan di atas 3 ton lewat.

“Salah satu penyebab kerusakan jalan desa, karena jalan tersebut dilalui oleh truk. Meski tidak membawa muatan, tetap saja menyebabkan jalan menjadi rusak,” tandas Muhlisin.

Sementara itu, Bupati Pekalongan, Amat Antono, menuturkan bahwa pihaknya sudah memerintahkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk segera memperbaiki jalan desa menuju jembatan gantung yang rusak tersebut. “Kami sudah menginstrusikan agar jalan desa menuju jembatan gantung segera diperbaiki,” tutur Antono. (thd/ida)