Alwin Basri. (Radar semarang files)
Alwin Basri. (Radar semarang files)

SEMARANG – DPRD Jateng menilai banyak jalan di provinsi ini belum bagus dan masih berbahaya untuk digunakan pemudik. Selain banyak jalanan yang berlubang, sejumlah ruas pengerjaannya belum rampung dan terkesan dipaksakan tetap digunakan. Seperi jalur alternatif di tol Pejagan-Brebes timur yang kondisi pengerjaannya baru mencapai 50 persen.

Ketua Komisi D DPRD Jateng, Alwin Basri mengatakan, kondisi jalur itu masih membahayakan. Sebab, jalanan masih belum diaspal dan fasilitas masih sangat minim dengan jarak sekitar 20 kilometer. Mulai dari lampu penerangan jalan, marka, rambu lalu lintas, pembatas jalan, petunjuk arah, dan fasilitas tempat istirahat. ”Sebenarnya pembangunan belum rampung, tapi karena ada mudik akhirnya dioperasikan,” katanya, kemarin.

Alwin menambahkan Komisi D DPRD Jateng sudah memantau ke lokasi tersebut. Jalur itu berada di tengah persawahan dan permukiman, sehingga tidak jarang penduduk sekitar yang melintasi jalan tersebut secara tiba-tiba. Kondisi ini jelas sangat membahayakan baik bagi pemudik atau bagi warga. Selain itu, karena kondisi jalan yang belum diaspal membuat kerikil dan debu beterbangan ketika melintas. ”Kalau saling selip berdebu jarak pandang tidak lebih 10 meter, jelas kondisi ini berpotensi menimbulkan kecelakaan,” imbuhnya.

Meski begitu, secara keseluruhan jalur di Jateng siap digunakan pemudik meski ada yang masih belum laik. Ia meminta pemerintah bisa memberikan fasilitas jalur alternatif yang banyak digunakan pemudik untuk mengurai kemacetan saat mudik. ”Harus ada petugas yang stand by atau kalau tidak kasih rambu dan penerangan jalan. Agar pemudik tidak kebingungan di perjalanan,” tambahnya.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng, Hadi Santoso mengatakan, dari pantauan di sejumlah daerah, masih banyak kondisi jalan yang belum rampung dikerjakan. Kondisi seperti ini secara tidak langsung mengganggu aktivitas pemudik yang melintas di Jateng. Seperti di jalur Karanggawen-Blora; jalur Boja-Temanggung; jalur Randudongkal-Purbalingga, serta Jalan Ciregol. ”Ada jalan yang belum diaspal dan ada juga yang belum dibangun sebagian,” katanya.

Ia meminta agar pembangunan infrastruktur di Jateng hanya sebatas perbaikan. Tidak ada penambahan luas, sehingga tetap bakal menimbulkan kemacetan arus mudik-balik Lebaran. ”Apalagi jika nanti pemudik menggunakan kendaraan pribadi, jelas bakal semakin macet. Ini harus diwaspadai,” katanya. (fth/ric/ce1)