HANGAT : Indra Kusuma (kedua dari kiri) bersama Agung Widyantoro (kanan) terlihat hangat saat menghadiri pesta pernikanan putri Indra Kusuma beberapa waktu lalu. (JPNN)
HANGAT : Indra Kusuma (kedua dari kiri) bersama Agung Widyantoro (kanan) terlihat hangat saat menghadiri pesta pernikanan putri Indra Kusuma beberapa waktu lalu. (JPNN)

BREBES – Perhelatan Pilkada Brebes memang baru akan dilaksanakan kurang lebih setahun lagi. Namun atmosfernya sudah mulai terasa. Suhu politik di Kota Bawang terus menghangat pasca adanya deklarasi dari sejumlah tokoh masyarakat untuk maju dalam bursa kepala daerah mendatang. Setidaknya “tiga gajah” sudah menampakan keinginannya untuk duduk di Pilkada 2017.

Pertama, Indra Kusuma yang tak lain adalah Ketua DPC PDIP Brebes sekaligus mantan bupati Brebes. Dia seperti tersapu hembusan angin surga pasca munculnya keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang akhirnya membolehkan mantan narapidana menjadi calon kepala daerah. Keputusan MK tersebut membuat peta politik di Brebes berubah 90 derajat. Bagi Indra peluang terbuka itu akan dijadikan ajang “pembersihan” nama baiknya akibat tersangkut kasus korupsi. Indra pernah mendekam dipenjara dua tahun pada 2010 setelah majelis hakim Pengadilan Tipikor menjatuhkan vonisnya bersama denda Rp250 juta, subsider 6 bulan kurungan. Indra terbukti melanggar Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sebuah kasus yang membuat geger publik kala itu. Tidak saja ajimumpung, Indra mengaku ingin membenahi sistem pemerintahan dan melanjutkan program-programnya yang belum terlaksana. “Saya mencalonkan nanti bukan untuk memimpin atau berkuasa tapi untuk memperbaiki nama baik saya,” kata Indra.

Tokoh kedua adalah Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Brebes Agung Widyantoro. Tidak saja pernah menjabat bupati, Agung juga sempat mendampingi Indra Kusuma dalam pemerintahan 1999-2012, sebagai wakil bupati. Dia juga menjadi peserta Pilkada 2012 yang tersisih dan akhirnya berlabuh di Senayan dengan menjadi anggota DPR RI.

Di sela kegiatan buka bersama pengurus DPD Golkar Brebes, Agung mengaku siap maju dalam bursa kepala daerah mendatang karena menganggap dorongan rakyat masih terlalu kuat untuk ditolak. Bahkan dia rela jika harus mundur dari jabatannya sebagai wakil rakyat. Baginya, menjadi anggota DPR RI atau bupati sama-sama menjalankan mandat dan amanah rakyat.

Kemudian, nama yang terlebih dulu menyampaikan secara eksplisit maupun implisit ingin menjadi peserta Pilkada pada Februari 2017 itu adalah Idza Priyanti. Wanita pertama yang menjadi Bupati Brebes sepanjang sejarah, bahkan tercatat masih aktif menjabat sampai sekarang. Idza mulai dikenal publik luas terjun ke dunia politik saat dia menjadi wakil bupati PAW mendampingi Agung Widyantoro (dari wakil diangkat menjadi bupati saat itu mengganti Indra Kusuma). Sampai kemudian, duetnya bersama Narjo, membawanya pada kursi G1-G2 hingga saat ini.

Namun, Idza sendiri masih harus bersaing dengan Indra Kusuma terlebih dulu ditingkat pertempuran awal, yakni di internal partai. Baik Indra maupun Idza merupakan kader dan pengurus struktural DPC PDIP Brebes. Keduanya punya peluang untuk mendapat rekomendasi dan restu DPP dalam Pilkada Brebes. (ism/adi/jpnn/ric)