Aset Mencapai Rp 41 Triliun

234

DEMAK – Kinerja Perusahaan Daerah (Perusda) atau BUMD Pemkab Demak harus betul-betul akuntabel. Sebab, hal itu menjadi pertaruhan dalam sukses tidaknya dalam mengembangkan unit-unit usaha yang ditangani perusda tersebut.

Bupati Dachirin Said mengatakan, sejauh ini beberapa BUMD mampu berkembang dan tumbuh dengan baik. Meski demikian, ada pula yang berjalan kurang sesuai harapan. “BPR BKK misalnya, kinerjanya bagus. Karena itu, harus dipertahankan. Kinerjanya harus dipacu dan standar akuntabilistasnya juga harus dijalankan,”katanya, kemarin.

Kabag Perekonomian Setda Pemkab Demak, Suhasbukit menuturkan, kinerja BUMD per Desember 2014 cukup baik. Bahkan, asetnya telah mencapai sebesar Rp 41,2 triliun. Dengan rincian, PDAM Rp 25,6 miliar, PD BKPD (Bapas) Rp 9,6 miliar, PD BPR BKK Demak Rp 134 miliar, PD BKK Dempet Rp 69 miliar, PD Apotek Sari Husada Rp 3,2 miliar, PD Anwusa Rp 19,7 miliar. Sedangkan, jumlah penyertaan modal per Juli 2015 terhadap unit usaha BUMD tersebut mencapai Rp 104 miliar.

Penyertaan modal PDAM sebesar Rp 10,1 miliar, PD BKPD (Bapas) Rp 9,6 miliar, PD BPR BKK Demak Rp 14,7 miliar, PD BKK Dempet Rp 7,9 miliar, PD Apotek Sari Husada Rp 3,6 miliar, PD Anwusa Rp 32,5 miliar dan PT bank Jateng Rp 27,7 miliar. Sementara, jumlah deviden 2015 yang disetor Rp 10 miliar. Dengan rincian, PDAM Rp 778 juta, PD BKPD (Bapas) Rp 169 juta, PD BPR BKK Demak Rp 1,1 miliar, PD BKK Dempet Rp 1,6 miliar, PD Apotek Sari Husada Rp 230 ajuta dan PT Bank Jateng Rp 6,1 miliar. “Kita berharap, BUMD ini terus berkembang,”katanya. (hib/fth)