TETAP SIAGA : Banyak pemudik menggunakan mobil, arus mudik lebih lancar dan tertib. Meski begitu, petugas polisi tetap siaga untuk mengantisipasi segala kemungkinan. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TETAP SIAGA : Banyak pemudik menggunakan mobil, arus mudik lebih lancar dan tertib. Meski begitu, petugas polisi tetap siaga untuk mengantisipasi segala kemungkinan. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN-Arus mudik yang melewati Kota Pekalongan mulai padat, namun arus lalulintas tetap lancar. Bahkan dalam pantauan Jawa Pos Radar Semarang, beberapa titik yang kerap macet, masih terlihat normal. Hanya terhenti karena traffic light atau terpotong oleh kereta lewat.

Kasi Dal Ops Dishub Kota Pekalongan, Henry Rudin mengatakan bahwa arus mudik di Pekalongan walaupun mendekati Lebaran memang terpantau padat namun lancar.

“Bahkan dibanding mendekati Lebaran tahun sebelumnya, lalulintas tahun ini cenderung turun. Terutama pemudik yang menggunakan motor, namun ada kenaikan pada roda empat,” kata Henry saat ditemui di Pos Pantau Mudik Dishub di Jalan Merdeka, kemarin.

Menurutnya, perbandingan arus mudik ini tidak bisa dibandingkan dengan tahun 2014 lalu, tapi setahun sebelumnya yakni 2013. Karena tahun 2014, ada musibah putusnya Jembatan Comal Pemalang, sehingga arus lalulintas beralih ke jalur selatan.

“Turunnya pemudik dengan motor, lantaran sudah banyak yang beralih ke mobil. Ini karena kredit mobil sekarang lebih gampang dan murah, sehingga masyarakat lebih memilih naik mobil yang lebih nyaman,” tuturnya.

Hal yang sama disampaikan Kasatlantas Polres Pekalongan Kota, AKP Dwi Nugraha bahwa arus lalulintas di Kota Pekalongan masih terpantau lancar.

“Arus lalulintas di Pekalongan masih terpantau ramai, tapi lancar. Belum ada peningkatan berarti,” kata Kasatlantas yang baru beberapa hari dilantik.

Kendati lancar, imbuhnya, timnya siap bergerak jika ditemukan titik-titik kemacetan di sepanjang Kota Pekalongan. “Kami memiliki pos pantau dengan CCTV. Jika dalam pantauan ada kemacetan, tim urai akan langsung bergerak. Namun tetap di dukung tim yang terus stand by di 25 titik pos di seluruh ruas jalan utama di Pekalongan,” tandasnya. (han/ida)