SALATIGA–Perusahaan otobus (PO) antar kota antar provinsi (AKAP) kelas eksekutif dan super eksekutif menentukan tarif sendiri pada arus mudik dan balik tahun 2015 ini. Hal ini dilakukan lantaran tidak ada ketentuan pemerintah terkait kenaikkan harga tiket bus AKAP kelas eksekutif dan super eksekutif.

Akibatnya, tarif bus disesuaikan dengan fasilitas dan servis masing-masing PO. Imbasnya harga tiket bus melambung tinggi. Meski demikian, hingga saat ini harga tiket bus AKAP kelas eksektif di Terminal Tingkir, Salatiga baru mengalami kenaikan sebesar 25 persen dari tarif normal yakni sekitar Rp300 ribuan.

Kepala UPTD Terminal Tingkir Salatiga, Muzamil, menyatakan bahwa tidak adanya ketentuan tarif batas atas bus AKAP kelas eksekutif dan super eksekutif. PO bus AKAP kelas eksekutif dan super eksekutif diberi kewenangan untuk menentukan harga tiket sendiri dan pemerintah hanya menentukan tarif batas atas untuk bus kelas ekonomi.

Sedang tarif bus kelas eksekutif dan super eksekutif disesuaikan dengan pelayanan yang diberikan oleh masing-masing perusahan. Kalau pelayanannya baik dan busnya bagus, harga tiketnya akan lebih mahal, tergantung kepada PO-nya masing-masing.

Menurut Muzamil, bus kelas eksekutif dan super eksekutif memiliki pangsa pasar tersendiri. Penumpangnya rata-rata dari kalangan menengah ke atas. Sehingga berapapun harga tiket bus eksekutif dan super eksekutif, tidak dipermasalahkan oleh penumpang.

“Kalau ada yang keberatan dengan tingginya harga tiket bus eksekutif, tentunya mereka tidak akan naik bus tersebut. Sebab masih ada bus yang lebih murah,” ucapnya.

Sementara itu, dari pantauan wartawan di sejumlah agen tiket bus AKAP di Terminal Tingkir, kemarin menyebutkan, harga tiket bus jurusan Jakarta dan kota lainnya di Jawa Barat naik. Namun kenaikan harga tiket tiap PO bus berbeda. Diperkirakan, harga tiket bus untuk keberangkatan pada arus balik Lebaran nanti akan naik lagi.

“Pada arus mudik ini harga tiket memang sudah naik. Kemungkinan pada arus balik nanti, harga tiket naik lagi. Dan hingga saat ini, kami belum berani menjual tiket arus balik karena belum ada kepastian harga dari PO bus,” ujar Budi, 48, salah seorang penjual tiket bus AKAP di Terminal Tingkir, kemarin. (sas/ida)