-SEMARANG – Tol Pejagan–Pemalang diketahui telah dibuka secara darurat untuk para pemudik sejak Sabtu (11/7) lalu. Hanya saja, dari jalur sepanjang 20 kilometer itu baru 6 kilometer yang disemprot aspal. Sehingga berpotensi memunculkan debu yang mengganggu pengguna jalan.

”Atas hal tersebut, kami mengimbau para pengemudi untuk berhati-hati. Jangan sampai mengganggu jarak pandang kendara,” ungkap Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah Bambang NK. Bambang mengaku sebenarnya telah menyiapkan 12 unit water canon dan satu unit bantuan dari Pemadam Kebakaran untuk melakukan penyemprotan. Hanya saja, langkah tersebut belum dapat mengatasi tebalnya debu yang berhamburan di jalur darurat itu. ”Apalagi hampir setiap waktu jalur ini dilalui kendaraan yang melintas,” imbuhnya.

Dia menambahkan, hal lain yang juga menjadi kendala adalah masih minimnya penerangan. Sebelumnya ia pernah mengajukan pemasangan lampu portable untuk mengantisipasinya. Hanya saja, jumlahnya tidak terkejar sehingga jika memungkinkan hanya dipasang di persimpangan. ”Sebagai solusinya, saat ini mulai dipasang bambu dengan kertas spotlight yang dapat terlihat di malam hari di sepanjang jalan,” bebernya.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meminta agar upaya pengurangan debu di jalan Tol Pejagan–Pemalang dilakukan secara optimal. Mengenai rambu-rambu lalu lintas, ia meminta harus sesuai standar jalan tol. ”Jalan antara kota memang tidak wajib memasang lampu penerangan jalan umum, namun semua jalan tol harus memasang lampu bypass,” ujarnya.

Sebagai langkah darurat, Ganjar menyetujui pemasangan bambu yang diberi kertas spotlight warna merah di sisi kanan dan warna putih di sisi kiri. Sehingga bentuk jalan dapat terlihat dengan jelas.

Supaya tidak menelan banyak biaya, upaya yang dapat dilakukan adalah menancapkan bambu di tanah, kemudian di bagian atas dipasang kertas spotlight warna merah selebar sekitar 10 sentimeter di sisi kanan dan sisi kiri berwarna putih. Sehingga bentuk jalan terlihat. ”Sesuai ketentuan Kemenhub ketinggian bambu di atas tanah sekitar 40-50 sentimeter dan dipasang sepanjang per 50 meter,” terangnya. (fai/ric/ce1)