KESEPAKATAN BERSAMA: Pasangan Mukhamad Mustamsikin dan Akhadi Adi Putra (tengah) berfoto bersama empat pengurus parpol di tingkatan Kabupaten Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KESEPAKATAN BERSAMA: Pasangan Mukhamad Mustamsikin dan Akhadi Adi Putra (tengah) berfoto bersama empat pengurus parpol di tingkatan Kabupaten Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Empat parpol di Kabupaten Kendal nekat mengusung pasangan calon bupati (cabup) Mukhamad Mustamsikin dan calon wakil bupati (cawabup) Akhadi Adi Putra. Padahal rekomendasi di empat parpol tersebut belum turun.

Empat parpol yang mengusung Mustamsikin dan Adi Putra adalah PAN, PPP, dan Partai Golkar. Sore (14/7) kemarin, empat pimpinan parpol tersebut menandatangani kesepakatan bersama di rumah makan Aldila Resto di Jalan Soekarno–Hatta, Kendal.

Ketua DPD PAN, Sakdullah sebagai koordinator dari koalisi empat parpol tersebut mengakui rekomendasi belum turun. ”Dua pasangan (Mustamsikin dan Adi Putra, Red) itulah yang baru akan diusulkan ke DPP masing-masing parpol. Baru kemudian rekomendasi turun,” tandasnya.

Meski belum turun, pihaknya optimistis jika rekomendasi DPP empat parpol tersebut nantinya akan turun sesuai usulan dari pengurus parpol di Kabupaten Kendal. Apalagi, lanjut Sakdullah, dirinya mengklaim jika pasangan yang diusungnya telah mendapatkan restu dari dua ormas Islam besar di Kendal. Yakni Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

”Tidak hanya rekomendasi dari pusat saja yang pasti kami kantongi, tapi kami yakin bisa memenangkan Pilkada Kendal 2015 ini. Sebab semua elemen masyarakat sangat menginginkan adanya perubahan di Kendal ini,” tandasnya.

Sebagai Koordinator KKB, Sakdullah mengaku dari delapan parpol, empat parpol lainnya belum bersepakat. Empat parpol lain yakni PKB, PKS, Partai Hanura dan Partai Demokrat. Alasannya masih terkendala masalah di internal masing-masing parpol.

Sementara Mustamsikin mengatakan jika dirinya telah mengusung jargon ”Biso Ngladeni, Biso Ndandani lan Biso Neladani” (bisa melayani, bisa memperbaiki dan bisa menjadi teladan). Jargon itu muncul atas inisiatif dan usulan parpol juga ormas Islam di Kendal.

”Meskipun empat parpol lain belum, kami yakin akan segera menyusul dan bergabung dengan kami. Selanjutnya kami tinggal menunggu rekomendasi dari DPP dari masing-masing parpol sebagai syarat untuk mendaftarkan diri ke KPU nantinya,” katanya. (bud/ric/ce1)