PANTAU SEMBAKO: Bupati Kendal Widya Kandi Susanti, melakukan pengecekan terhadap harga sembako di Pasar Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PANTAU SEMBAKO: Bupati Kendal Widya Kandi Susanti, melakukan pengecekan terhadap harga sembako di Pasar Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Bupati Kendal Widya Kandi Susanti turun ke sejumlah pasar tradisional untuk memantau harga menjelang lebaran, kemarin. Dalam sidak itu, bupati menemukan sejumlah kenaikan harga pada harga daging ayam, daging sapi, daging sapi, daging kambing dan harga bumbu masak seperti bawang merah, bawang putih dan bawang merah. Kenaikan harga berkisar antara Rp 4-7 ribu.

Seoranng pedagang daging sapi, Kasiyati mengatakan, kenaikan harga terjadi sekira sepekan lalu. Yakni dari Rp 94 ribu perkilogram menjadi Rp 100 ribu. “ada kenaikan Rp 6 ribu,” katanya.

Kenaikan harga masih akan terjadi pada saat H-1 sampai H+3 lebaran karena, permintaan daging sapi selama lebaran meningkat drastis. Bahkan selain jelang ramadan ini, penjualan meningkat dua kali lipat ketimbang hari-hari biasa. “Biasa saya jual 20 kilogram, sekarang bisa habis sampai 40 kilogram lebih,” imbuhnya.

Senada dikatakan Sutinah pedagang daging ayam. Ia mengatakan, harga daging ayam juga mengalami lonjakan sejak ramadhan. Yakni dari Rp 27 ribu menjad Rp 34 ribu per kilogram. “Lebaran nanti kemungkinan masih akan naik, hal ini sudah terjadi setiap tahun karena permintaan konsumen meningkat,” katanya.

Bupati Kendal Widya Kandi Susanti menyatakan jika kenaikan tersebut masih dalam batas kewajaran. Pihaknya berjanji telah memerintahkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk melakukan pemantauan terhadap harga sembako. “Naik harga boleh, tapi jangan sampai memberatkan masyarakat,” katanya.

Selain memantau terhadap kenaikan harga sembako, Widya juga akan melakukan terhadap pemantauan terhadap kelancaran arus mudik selama lebaran. “Kami sudah berkoordinasi dengan seluruh intansi, baik di Kepolisian, TNI , Pramuka, PMI, Dinas Kesehatan dan sebagainya untuk memberikan pelayanan terhadap pemudik yang sedang melakukan rehat,” tambahnya. (bud/fth)