DITANGKAP: Dua tersangka pembunuh Muhammad Afit Agung Nugroho yakni Nada Rizki dan Sohari ditangkap Polres Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DITANGKAP: Dua tersangka pembunuh Muhammad Afit Agung Nugroho yakni Nada Rizki dan Sohari ditangkap Polres Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Teka-teki pembunuhan Muhammad Afit Agung Nugroho, 19 yang dibuang di kebun karet akhirnya terbongkar. Petugas Satreskrim Polres Kendal berhasil menangkap dua pelaku. Mereka adalah Nada Rizky, 17, warga Dusun Sidodadi Desa Pakeman Kecamatan Patean dan Sohari,23, warga Dusun Singorojo Desa Jomblang Kecamatan Singorojo.

Keduanya pelaku ditangkap saat bersembunyi di Kecamatan Tretep, Kabupaten Temanggung.
Kasus ini berhasil dibongkar setelah petugas menemukan handphone (HP) milik korban yang terjatuh dan dilokasi kejadian. Dari situlah, kepolisian menelusuri idenitas korban dan mencari pelakunya. “Dari penelusuran, akhirnya mengarah pada dua pelaku. Yakni dari keterangan saksi dan sejumlah alat buktik lainnya. Setelah cukup bukti, keduanya langsung kami lakukan pencarian dan tangkap,” kata Kasatreskrim Polres Kendal, Iptu Fiernando Andriansyah.

Ia menambahkan, selain pelaku, pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti tambahan. Yakni dua unit sepeda motor, handphone, pakaian korban, dua unit helm, dan senjata tajam jenis parang. “Sepeda motor milik korban Satria FU dibawa kabur tersangka dan hendak dijual. Sedangkan sebagian barang bukti dibuang di sungai,” imbuhnya.

Pelaku Nada Rizki mengaku sudah merencanakan pembunuhan tersebut. Ia melakukan aksi nekat itu lantaran hendak menguasai sepeda motor milik korban. Selain itu, tersangka memendam denam terhadap korban lantaran korban kerap mengejeknya. “Ya, saya ingin ambil motornya. Selain itu, saya dendam karena pernah dibilang anak orang miskin,” katanya.

Untuk melancarkan aksinya, Nada membuat skenario pembunuhan dengan meminta bantuan Sohari untuk mengantarkan Nada ke Cepiring dan meninggalkannya sendiri, . Jumat (10/7) sekitar pukul 08.30. Setelah itu, Nada berpura-pura meminta tolong kepada korban untuk diantar pulang ke Kecamatan Patean. Di area hutan karet Blok A Mbah Dlewo Dusun Getas Kecil Desa Kedungsari kecamatan Singorojo, dirinya kembali menghubungi Sohari.

Sampai lokasi, pelaku Sohari memukul korban dari belakang hingga terjatuh dan pingsan. Selanjutnya, Nada melakukan eksekusi dengan menusuk korban menggunakan parang yang sudah ia siapkan. “Saya tusuk delapan kali, lima kali perut dan dada, tiga kali dipunggung,” akunya.

Selanjutnya keduanya kabur dengan membawa kabur motor dan HP korban. selanjutnya HP dijual disalah satu toko dengan harga Rp 400 ribu. “Uangnya saya buat minum-minum bersama teman-teman,” tambahnya. (bud/fth)