PLN Realisasikan Dana CSR Rp 1 Miliar

273
CSR PLN : Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Distribusi Jateng dan DIJ, Supriyono, bersama Humas PLN Area Pekalongan, Eko Wahyu Fajar, saat memberikan penjelasan terkait penyaluran dana CSR, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CSR PLN : Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Distribusi Jateng dan DIJ, Supriyono, bersama Humas PLN Area Pekalongan, Eko Wahyu Fajar, saat memberikan penjelasan terkait penyaluran dana CSR, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG-Tiga Kepala Desa (Kades) Ujungnegoro dan Karanggeneng, Kecamatan Kandeman serta Kades Ponowareng, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Jum’at (10/7) lalu, tersenyum lebar. Setelah Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Distribusi Jateng dan DIJ, Supriyono, didampingi Humas PLN Area Pekalongan Eko Wahyu Fajar, memastikan adanya pencairan dana corporate social responsibility (CSR) sebesar Rp 1 miliar.

“Namun dana CSR tersebut akan disalurkan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan yang diajukan oleh masyarakat Desa Ujungnegoro dan Karanggeneng, Kecamatan Kandeman dan Kades Ponowareng, Kecamatan Tulis, Batang,” kata Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Distribusi Jateng dan DIJ, Supriyono, yang didampingi Humas PLN Area Pekalongan Eko Wahyu Fajar, di Kantor PLN Area Pekalongan.

Menurutnya, kades tiga desa di lokasi PLTU dari Karanggeneng, Ujungnegoro dan Ponowareng, telah diberi sosialisasi di Hotel Sendangsari Batang. “Karena itu, warga tidak perlu khawatir soal pencairan dana CSR. Pasti akan dilakukan, dan saat ini sedang proses pencairan,” jelas Supriyono.

Supriyono menjelaskan bahwa dana CSR bukanlah bagi-bagi uang pada masyarakat. Namun dana yang diberikan sesuai dengan kebutuhan yang diajukan masyarakat. Adapun pencairan dana CSR tersebut, memerlukan waktu, karena perlu proses administrasi yang harus dilengkapi.
“Untuk pencairan dana CSR akan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama Rp 300 juta terlebih dahulu, dibagi pada tiga desa. Adapun tahapannya, warga diminta mengirimkan kembali proposal ke PLN Area Pekalongan, ditandatangani olek camat. Nantinya, camat dan PLN akan diminta melakukan supervisi, agar dana CSR benar-benar dikerjakan sesuai pengajuan dalam proposal,” kata Supriyono.

Supriyono juga menandaskan bahwa pencairan dana CSR dibagi dalam tiga tahap. Yakni pencairan tahap kedua bisa dilakukan setelah seluruh pertanggungjawaban kegiatan dana CSR di tahap pertama selesai. Dalam waktu satu bulan setelah pencairan, pekerjaan dari dana CSR bersama pertanggungjawabannya sudah selesai. Dengan demikian, warga bisa mengajukan kembali dana CSR untuk tahap kedua dan berikutnya.

“Kami harap, warga bisa segera membawa proposal ke PLN Area Pekalongan, untuk proses pencairan. Dengan menyertakan rencana anggaran biaya (RAB) secara detail. Kami berharap, dana CSR yang ada bisa benar-benar dimanfaatkan oleh warga di sekitar lokasi PLTU,”’ tandas Supriyono.

Sementara itu, Kades Karanggeneng, Walyono, menuturkan bahwa tiga kepala desa akan segera menindaklanjuti sosialiasi pencairan dana CSR PLN, sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan PLN. Pihak juga segera menyampaikan kepada warga, untuk pengajuan proposal pada tahan berikutnya. “Kami mengucapkan terima kasih, atas pencairan dana CSR tersbut. Kami juga minta maaf atas kesalahpahaman selama ini,” tutur Walyono, yang mewakili dua kepala desa lainnya. (thd/ida)