Kabid Bina Marga Diperiksa Kejari

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

KAJEN-Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Tri Handoyo, akhirnya diperiksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Kajen Pekalongan. Lantaran ada pengusaha Galian C di Desa Talun, Kabupaten Pekalongan, yang menyewa alat berat begu milik Dinas Pekerjaan Umum (DPU) selama 2 tahun, namun tidak mau membayar biaya sewa.

Terungkapnya alat begu milik DPU yang disewa pengusaha tersebut bermula ketika ada pengusaha Galian C lainnya yang hendak menyewa Bego tersebut namun tidak dizinkan oleh peminjam. Padahal alat begu tersebut lebih dari satu minggu tidak digunakan, karena izin Galian C pengusaha tersebut sudah berakhir.

Rahmat, 34, warga Desa Sengare, Kecamatan Talun, mengungkapkan bahwa penggunaan alat berat yang digunakan pada Galian C di Desa Talun, sudah berlangsung lebih dari 2 tahun. Hanya satu alat berat begu tersebut, yang digunakan pada desa tersebut.

Semula, warga mengira bahwa alat berat begu tersebut milik swasta atau milik perorangan warga Desa Talun. Namun ketika pengusaha Galian C lainnya, ingin meminjam alat berat tersebut tidak diperbolehkan, karena milik DPU Kabupaten Pekalongan.

“Warga mulai curiga ketika alat berat begu tersebut tidak digunakan, karena izin Galian C sudah berakhir. Tapi tidak boleh dipinjam atau disewakan ke orang lain, ternyata miliknya DPU,” ungkap Rahmat.

Kabid Bina Marga DPU, Tri Handoyo, ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa dirinya telah diperiksa oleh pihak Kejari Kajen Pekalongan, terkait laporan warga mengenai alat berat begu milik DPU yang dipinjam oleh pengusaha Galian C Desa Talun selama lebih dari 2 tahun dan belum membayar.

Dia katakan, justru baru mengetahui adanya alat berat begu milik DPU yang dipinjam selama 2 tahun lebih dan tidak membayar. “Saya hanya melanjutkan program kerja dari pejabat sebelumnya. Bahkan saya tidak tahu, kalau alat berat begu tersebut tidak membayar selama hampir 2 tahun lamanya,” ungkap Tri Ananto.

Padahal, kata Tri Ananto, biaya sewa alat berat Rp 920 ribu per hari. Dan siapa pun boleh meminjam alat berat milik DPU, selama tidak digunakan oleh pihak DPU.

“Adapun pengusaha yang meminjam atas nama Nanang, pengusaha Galian C warga Desa Talun. Dia meminjam sesuai prosedur ada surat peminjamannya. Namun kalau berapa lama belum membayar, saya belum memeriksa pada bagian keuangan, tapi lebih dari 2 tahun,” kata Tri Ananto.

Sementara itu, Kasi Inteligen Kejari Kajen, Slamet Hariyadi, menegaskan bahwa Kejari telah memanggil Tri Ananto untuk dimintai keterangan karena adanya laporan warga, terkait alat berat begu milik DPU yang dipinjamkan tidak sesuai prosedur.

“Kejari saat ini masih terus melakukan pengumpulan bahan dan bukti keterangan dari berbagai pihak. Diduga ada potensi kerugian negara pada DPU, yang nilainya cukup besar. Karena itu, Kejari akan melakukan puldata pulbaket, dan akan kami proses terus,” tegas Slamet. (thd/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

Jamin Pabrik Ramah Lingkungan

Semen Indonesia di Rembang SEMARANG – Direktur Utama PT Semen Indonesia Dwi Soetjipto menjamin, pabrik yang dibangun di Rembang merupakan industri ramah lingkungan. Menurutnya pabrik...

Karyawan Curi Cengkeh 60 Kg

KENDAL – Lima pelaku diamankan Satreskrim Polres Kendal lantaran kedapatan mencuri kebun hasil panen dari PT Banaran dengan berat total sekitar 60 kilogram. Mereka...

Penggemar Liverpool

MESKI berasal dari keluarga TNI, tidak lantas menjadikan Dini Sudiyanti mengikuti jejak mereka. Ia memilih untuk menekuni dunia yang sesuai dengan passion-nya. Yakni, berbisnis...

HFLA Siap Dorong Kemajuan Wisata

RADARSEMARANG.COM, PEMALANG – Salah satu organisasi profesi dalam bidang perhotelan, Hotel Front Liners Association (HFLA) siap membantu pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan iklim wisata...

More Articles Like This

- Advertisement -