PANTAU ARUS MUDIK: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Kepala Dinhubkominfo Jateng Satriyo Hidayat mengamati layar CCTV yang menayangkan sejumlah titik rawan macet di Jateng usai Rakor di kantor Dinhubkominfo Jateng, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PANTAU ARUS MUDIK: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Kepala Dinhubkominfo Jateng Satriyo Hidayat mengamati layar CCTV yang menayangkan sejumlah titik rawan macet di Jateng usai Rakor di kantor Dinhubkominfo Jateng, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Terhitung mulai hari ini, Selasa (14/7) bertepatan dengan H-3 Lebaran, semua truk nonsembako yang melintas di Jawa Tengah akan ditertibkan. Penertiban tersebut akan diberlakukan hingga H+3 Lebaran mendatang.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dinhubkominfo) Jawa Tengah Satriyo Hidayat di kantornya, Senin (13/7). Menurut Satriyo, penertiban tersebut dimaksudkan untuk mengurangi tingkat kemacetan arus mudik maupun balik. Sebab, kendaraan jenis tersebut berjalan sangat lamban sehingga dikhawatirkan mengganggu perjalanan. ”Mulai besok pukul 00.00 WIB jika ditemukan masih ada yang angkut (barang) langsung kita kantongi saja,” terangnya.

Hanya saja, lanjut Satriyo, masih ada sekitar 180 truk nonsembako yang tetap dibolehkan melintas di Jawa Tengah. Yaitu truk yang mengangkut barang ekspor yang telah mengajukan izin kepada Pihak kepolisian dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP). Sehingga dapat dipastikan bahwa barang tersebut benar-benar diekspor ke luar negeri. ”Dengan begitu, tujuannya ke mana dan waktunya jelas. Kami tidak berani memberi izin jika tidak melibatkan mereka,” imbuhnya.

Dia menambahkan, untuk waktu pengangkutan yang diizinkan yaitu terbatas pada pukul 21.00-05.00 pagi. Sementara waktu lainnya tetap tidak diperkenankan. ”Sebab, pada hari-hari tersebut arus mudik yang masuk Jateng cukup tinggi dan rawan angka kecelakaan,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga hadir untuk memimpin rapat koordinasi pengecekan terakhir pelayanan arus mudik/balik Lebaran dan pengendalian inflasi bersama dengan sejumlah Kepada Dinas terkait. Di antaranya Kepala Dinas Bina Marga, Dinas Kesehatan, Bank Indonesia, dan lain sebagainya.

Dalam pertemuan tersebut, Ganjar juga menerima laporan bahwa jumlah pemudik yang memasuki Jawa Tengah hingga H-5 Lebaran telah mencapai 2,1 juta. Sehingga dapat diprediksikan jika target 6,8 pemudik dapat terlampau sebelum arus mudik berakhir. ”Dugaan saya bisa lebih, tembus sampai tujuh ribu. Namun berapa pun itu, kita siapkan secara optimal,” terangnya.

Selain mendengarkan laporan terkait jumlah pemudik, dipaparkan juga persiapan dari seluruh angkutan trasportasi. Menurut Ganjar, transportasi yang terbaik saat ini adalah kereta api karena memberikan jaminan penuh dan tidak ada pengharapan penambahan jumlah penumpang. Hal ini dikarenakan tiket telah dipesan jauh-jauh hari.

”Untuk menampung pemudik yang tidak mendapatkan tiket, maka dibuat transportasi alternatif yaitu melalui mudik gratis. Hal ini dapat mengurangi jumlah kendaraan di jalan sekaligus menekan angka kecelakaan,” tandasnya. (fai/ric/ce1)