Dwi Hartono. (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Dwi Hartono. (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Pasca ditolaknya gugatan yang diajukan Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Bali Aburizal Bakrie oleh Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara, Dewan Pimpinan Daerah tingkat I (DPD I) Golkar Jawa Tengah versi Agung Laksono langsung membuka pendaftaran bakal calon (balon) Kepala Daerah untuk Pilkada 2015.

Ketua Desk Pilkada Partai Golkar Jateng versi Agung Laksono, Dwi Hartono mengakui jika pendaftaran tersebut memang terkesan mepet. Hal ini dikarenakan masalah di pusat yang mengharuskan untuk selalu berhati-hati. Kendati demikian, ia optimistis tidak akan terlambat. ”Siapa saja bisa mendaftarkan diri melalui DPD I di Jalan Kiai Saleh No 1 Semarang,” ujarnya.

Dalam pendaftaran ini, Dwi mengaku tidak membatasi apakah balon itu berasal dari kader atau tidak. Pasalnya, calon yang terpilih nantinya akan disurvei terlebih dahulu untuk mengetahui tingkat elektabilitasnya. ”Tak hanya itu saja, pendaftar yang telah lolos administrasi akan mengikuti fit and proper test sebagai salah satu proses tahapan seleksi,” imbuhnya.

Disinggung target yang akan diraih dalam Pilkada 2015 ini, Dwi menegaskan bahwa pihaknya telah memetakan beberapa wilayah. Daerah yang menjadi basis utama Golkar akan dioptimalkan untuk membentuk kekuatan yang besar. Hanya saja, ia belum bersedia membeberkan karena hasil survei belum turun.

”Beberapa calon masih kita sembunyikan. Karena kita ingin berhati-hati. Namun yang pasti, jika di masing-masing daerah sudah diputuskan, kami langsung siarkan siapa yang akan maju di 21 daerah yang ikut Pilkada,” terang pria yang juga menjadi Wakil Sekretaris Golkar versi Munas Ancol itu.

Dia mengklaim sejauh ini pihaknya terus melakukan komunikasi intensif kepada 21 DPD II di kabupaten/kota. Ia tidak memungkiri jika masing-masing daerah juga melakukan penjaringan, meski belum ada keputusan pasti kapan rekomendasi dari pusat akan turun. ”DPP yang akan memberikan rekomendasi sudah jelas. Yaitu kubu Pak Agung yang memiliki SK Menkumham,” tegasnya.

Terkait kapan pendaftaran akan ditutup, Dwi mengaku belum memutuskannya. Menurut dia, pendaftaran balon Kepala Daerah melalui DPD I baru akan ditutup jika Komisi Pemilihan Umum (KPU) mulai membuka pendaftaran bakal calon Kepala Daerah. ”Oleh karena itu, jika ada berminat silakan mendaftar. Berkas yang kami syaratkan juga standar,” imbuhnya.

Ia berharap nantinya akan ada banyak calon yang mendaftar melalui Golkar. Ia hanya meminta para pendaftar untuk mempersiapkan visi-misi apa yang memotivasinya menjadi pemimpin daerah. (fai/ric/ce1)