KENDAL – Sesosok mayat laki-laki ditemukan tergeletak dalam kondisi penuh luka tusukan dan luka lebam di hutan karet, Blok Mbah Dlewo Dusun Getas Kecil, Desa Kedungsari Kecamatan Singorojo. Kuat dugaan korban dibunuh dan mayatnya dibuang, karena ditemukan delapan luka tusuk di tubuhnya. Belakangan diketahui mayat itu bernama Afit Agung Nugroho warga Desa Karangayu RT 2/4 Cepiring. Korban ditemukann dengan kondisi telungkup mengenakan jaket berwarna merah dan kaos berwarna biru.

Kali pertama mayat korban ditemukan karyawan PTPN IX, Joko Sutopo, 44, warga Dusun Nglarangan, Desa Blimbing, Boja kemarin. Ia mengetahui ada sosok tergeletak di kebun ketika sedang menyadap getah karet di blok A Mbah Dlweo bersama rekannya. Saat melintas ditengah hutan, ia melihat sesosok tubuh tergeletak. “Saya kira orang mabuk tapi setelah saya dekati kok banyak darah,” katanya, kemarin.

Karuan saja, ia kaget dan panic. Ia sempat melihat sejumlah luka di tubuh korban yang ditemukan dengan kondisi telungkup mengenakan jaket berwarna merah dan kaos berwarna biru tersebut. “Saya lari dan kemudian melaporkan kejadian itu ke polisi,” tambahnya.

Mendapat laporan tersebut, Unit Reskrim Polres Kendal langsung datang ke lokasi dan melakukan olah TKP. Dari pemeriksaan, di tubuh korban ditemukan luka tusukan benda tajam di dada, perut dan punggung. “Ada tanda-tanda kekerasan yakni ada sekitar delapan luka tusukan,” kata Kasatreskrim, Iptu Fiernando Andriansyah.

Ia menambahkan, dalam waktu singkat, Polres berhasil mengungkap identitas korban melalui telepon genggam milik korban yang terjatuh disekitar lokasi kejadian. “Kami melacak nama korban dari HP yang tertinggal di lokasi kejadian. Korban diketahui bernama Muhamad Afit Agung Nugroho warga Desa Karangayu, RT 2/4 Cepiring,” tambahnya.

Petugas masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastian penyebab dan menemukan pelaku. Yakni korban apakah mati dibunuh atau dirampok. “Yang pasti ada tanda kekerasan dengan ditemukan delapan luka tusukan. Selain itu motor korban Suzuki Satria juga hilang,” tambah Fiernando. (bud/fth)