Jazzy Anastassia Kinsky. (DOK JAWA POS RADAR SEMARANG)
Jazzy Anastassia Kinsky. (DOK JAWA POS RADAR SEMARANG)

MENAMPILKAN tarian lokal Semarang di luar negeri, tidak pernah terbayangkan oleh gadis yang pernah menyabet posisi Duta Wisata Kendal ini. Pasalnya, kendati kerap mengikuti kontes kecantikan seperti Mas dan Mbak, Duta Wisata, hingga Putra-Putri Kampus, namun Jazzy Anastassia Kinsky tidak pernah dituntut untuk menari.

”Tiba-tiba saat exchange itu ada waktu di mana kita harus menunjukan kebudayaan lokal, nah dipilih lah saat itu tarian Warak Semarangan. Tanpa persiapan, ya latihan-latihan aja di rumah,” papar Jazzy, Jumat (10/7) kemarin.

Ia menerangkan memang tidak mempersiapkan secara khusus tarian itu, apalagi sampai belajar di sanggar. Tipsnya hanya berlatih semaksimal mungkin dan sesering mungkin meski hanya melalui Youtube. ”Ya hanya lewat Youtube,” tegasnya.

Dari latihan dadakan lewat Youtube itulah, dia kini semakin siap jika dalam kontes kecantikan dituntut untuk menari. ”Biasanya kan hanya wawasan, public speaking dan berjalan di atas catwalk, sekarang kalau dituntut menari juga siap,” imbuhnya.

Bisa menarikan warisan budaya lokal di Jepang membuatnya bangga. Menurutnya sudah waktunya dunia yang melirik kebudayaan Indonesia, bukan hanya Indonesia yang melihat kebudayaan barat dan Asia Timur saja.

”Bekal pengalaman menari di luar negeri ini, akan menjadi hal yang berarti untuk mengikuti berbagai kontes lainnya,” tutur pemilik instagram jazzyanastassia yang memang haus pengalaman ini.

Motivasinya mengikuti berbagai kompetisi adalah untuk mencari pengalaman berharga dalam prosesnya. ”Jadi bukan semata-mata untuk memenangkannya,” pungkas putri kampus Universitas PGRI Semarang ini. (ewb/ida/ce1)