Bela Palestina, Sanjung Soekarno

282
SOLIDARITAS: Ratusan warga Syiah Jateng saat melakukan aksi di depan kantor Gubernur Jateng, kemarin. Mereka mengutuk kekejaman Israel dan Amerika Serikat dan menuntut pembebasan Palestina. (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SOLIDARITAS: Ratusan warga Syiah Jateng saat melakukan aksi di depan kantor Gubernur Jateng, kemarin. Mereka mengutuk kekejaman Israel dan Amerika Serikat dan menuntut pembebasan Palestina. (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Hari Quds Internasional yang diperingati tiap Jumat terakhir bulan Ramadan dimanfaatkan betul oleh ratusan warga Syiah Jawa Tengah. Mereka berkumpul bersama di depan kantor Gubernur Jawa Tengah untuk menyuarakan aspirasinya. Selain didominasi oleh kaum laki-laki, tampak juga para perempuan dan anak-anak.

Dalam orasinya, mereka tak henti-henti membela sesama saudara muslim di Palestina. Selain itu juga mengecam agresi yang dilakukan oleh negara Israel dan Amerika Serikat yang terus mendukung perampasan hak-hak rakyat Palestina dan pembantaiaan sejumlah umat Islam di seluruh dunia.

”Kami atas nama Solidaritas Muslim Indonesia untuk Al-Quds tidak akan pernah berhenti untuk membela saudara kami yang telah berkorban membela agama,” ungkap salah satu perwakilan mereka, Habib Muhammad Al Jufri.

Habib Muhammad mengatakan, beragama tidak hanya menjalankan salat semata. Lebih dari itu, juga harus mengajarkan nilai-nilai kebaikan. Oleh karenanya, jika ada yang berbuat tidak baik, maka harus diluruskan. ”Kami berbeda dengan kelompok radikal. Bagi kami semua agama adalah saudara,” imbuhnya menegaskan bahwa aksi serupa juga dilakukan di berbagai kota di Indonesia.

Yang cukup menarik dari aksi tersebut, dalam beberapa kesempatan mereka juga kerap menyebut nama Soekarno. Bagi mereka, mantan Presiden RI itu adalah sosok yang berani dan tegas melawan ketidakbenaran. ”NKRI adalah harga mati. Tetapi saudara kami yang menjadi korban juga sangat berarti,” terangnya.

Salah satu peserta aksi Sigit Apriyanto mengaku tergerak untuk mengikuti kegiatan tersebut setiap tahunnya. Oleh sebab itu, ia sengaja datang bersama rombongan satu bus dari Purwokerto. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan saat yang tepat untuk mendesak pemerintah dalam upaya pembebasan rakyat Palestina dari penjajahan Israel. ”Saya sendiri telah mengikuti tiga kali,” katanya.

Setelah kurang lebih satu jam berorasi, mereka memutuskan untuk meninggalkan lokasi. Di sela-sela kegiatan tersebut, terdengar juga lantusan salawat dan suara takbir mengagungkan Allah dan Rasul-Nya, Muhammad. (fai/ric/ce1)