Amankan Upal Rp 36 Juta Siap Edar

290
DIKELER: Tiga tersangka pengedar uang palsu Asia Bekti, Kukuh Sugiarto dan Turia Sesti dimintai keterangan oleh Kasat Reskrim Polres Kendal, Iptu Fiernando Andriansyah, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIKELER: Tiga tersangka pengedar uang palsu Asia Bekti, Kukuh Sugiarto dan Turia Sesti dimintai keterangan oleh Kasat Reskrim Polres Kendal, Iptu Fiernando Andriansyah, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Menjelang lebaran, masyarakat harus berhati-hati dengan peredaran uang palsu di Kendal. Terlebih menyusul berhasil diamankan uang palsu sebesar Rp 36, 950 juta oleh Polres Kendal. Selain menyita uang, polisi juga menyita tiga pelaku yang diduga adalah pengedar uang palsu. Mereka adalah Asia Bekti, Kukuh Sugiarto dan Turia Sesti. Ketiganya langsung ditetapkan sebagi tersangka dan dijebloskan ke tahanan mapolres setempat.

Uang palsu siap edar sekilas memang nampak menyerupai uang asli betulan. Tapi saat diraba, kertasnya berbeda dengan kertas pada umunya. Begitupun saat diterawang tidak nampak gambari air atau pita pada bagian tengah uang. Keseluruhan uang tersebut berbentu pecahan 100 ribuan dan 50 ribuan. Tiga tersangka ditangkap basah saat kedapatan hendak menjual dan mengedarkan uang uang palsu tersebut.

Kasat Reskrim Polres Kendal, Iptu Fiernando Andriansyah mengatakan, tiga pelaku ditangkap berdasarkan laporan dari masyarakat. Masyarakat curiga adanya transaksi jual beli uang palsu. Dari laporan tersebut, kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan dan pengintaian. “Awalnya kami tangkap dua pelaku dulu, yakni Asia Bekti dan Kukuh Sugiarto. Keduanya kedapatan membawa uang masing-masing Rp 650 ribu dan Rp 8,550 juta. Keduanya langsung kami bawa ke mapolres untuk dimintai keterangan,” katanya, kemarin.

Ia menambahkan, dari dua pelaku, kemudian didapat keterangan jika keduanya mendapatkan pasokan uang palsu dari Turia. Kemudian keduanya diajak menunjukkan tempat transaksi dan Turia berhasil ditangkap. Dari tangan turia, pelaku berhasil menyita uang palsu sebanyak Rp 27,450 juta. “Dari pengakuan tersangka, uang tersebut didapat dari menjual lebih dari Rp 60 juta uang palsu. Uang tersebut didapat dari seseorang bernama Irwan warga Demak yang saat ini masih kami selediki keberadaannya,” imbuhnya.

Uang-uang palsu tersebut oleh pelaku dijual kepada orang Kalimantan untuk diedarkan disana. “Selain itu dijual kepada kenalan-kenalanya untuk dibuat belanja ataupun dijual kembali kepada orang lain,” jelasnya.

Terhadap ketiga tersangka, Penyidik Polres Kendal menjeratnya dengan Pasal 245 KUHP tentang peredaran uang palsu. Ancaman pidananya maksimal Rp 15 tahun penjara. Sementara tersangka Turia mengaku mengaku memang mengambil uang tersebut dari Irwan. Uang tersebut ia beli dengan harga Rp 2,5 juta per Rp 10 juta uang palsu. Uang kemudian dijual kembali dengan keuntungan Rp 500 ribu (Rp 3 juta) per Rp 10 juta.

Ia mengaku sudah tiga kali lebih melakukan transaksi uang palsu dengan Irwan. Pertama satu paket (Rp 10 juta), kedua dua paket (20 juta) dan ketiga tiga paket (Rp 30 juta) uang palsu. (bud/fth)