Sambil Selfie, Tak Lupa Bagikan Rezeki

190
PEDULI: Para aktivis PKPU Kota Semarang mengisi bulan Ramadan dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pertingnya berbagi. (PKPU FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)
PEDULI: Para aktivis PKPU Kota Semarang mengisi bulan Ramadan dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pertingnya berbagi. (PKPU FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)

Salah satu cara untuk meraih kesuksesan hidup adalah dengan cara berbagi. Yaitu menyisihkan sebagian tenaga, pikiran, ataupun harta yang dimiliki untuk orang lain. Hal tersebut dipegang betul oleh para anggota Pos Keadilan Pedui Umat (PKPU) Cabang Semarang. Tidak hanya berbuat untuk diri sendiri, tetapi juga mengajak orang lain untuk berbagi. Seperti apa?

AHMAD FAISHOL

SEKUMPULAN anak muda terlihat asyik ber-selfie ria di pinggir jalan protokol Kota Semarang. Bahkan terkadang nekat melakukan aksi foto bersama di depan para pemakai jalan yang sedang menunggu lampu merah. Hal ini tentu menyita perhatian banyak pihak yang sedang melintas.
Ternyata, mereka tengah melakukan sosialisasi pentingnya berbagi kebaikan dan kebahagiaan kepada mereka yang membutuhkan. Melalui kegiatan tersebut, mereka mengajak kepada siapa pun dan profesi apa pun agar bulan Ramadan ini tidak lupa membagikan sebagian hartanya kepada pihak yang membutuhkan uluran tangan atau santunan.

”Aksi ini kami namakan Share Fee yang merupakan gabungan dua kata yang mirip kata selfie. Tagline kami, Berani Selfie Berani Berbagi,” ungkap Kepala Cabang PKPU Semarang, M. Miftahul Surur kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Surur menjelaskan, tema Ramadan yang diangkat PKPU tahun ini cukup unik dan menarik. Sebagaimana yang lagi menjadi tren saat ini yaitu, tentang Asyiknya Selfie. Oleh sebab itu, ia berharap kebiasaan berbagi juga dapat menjadi tren untuk masyarakat saat ini.

”Alangkah bahagianya bila kita dapat menjadi hormon endorfin bagi orang yang sama sekali tidak kita kenal, namun senantiasa berdoa dalam diam dan berharap kita juga diliputi kebahagiaan pada setiap detik kehidupan ini,” terang Surur.

Surur menambahkan, ada semacam tren masyarakat untuk mengeluarkan hartanya hanya pada bulan Ramadan saja. Padahal, kata dia, pada bulan lainnya juga dianjurkan untuk bersedekah. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh anggotanya untuk bekerja siang malam demi kepentingan umat. ”Jika di kantor-kantor lain, pada bulan Ramadan jam kerja dikurangi, di kantor kami justru malah ditambah,” imbuhnya.

Diakui Surur, potensi penerimaan zakat di Kota Semarang terbilang cukup besar. Hanya saja, realisasinya hingga sekarang ini belum mencapai 10 persen dari potensi tersebut. Oleh karenanya, potensi itu perlu terus didorong agar masyarakat secara ikhlas mau berbagi rezeki yang dipunyai. ”Untuk lebih memudahkan masyarakat memberikan donasi, kami juga membuka gerai zakat di berbagai mal, masjid, rumah sakit, dan juga perkantoran,” terangnya.

Selain melakukan sosialiasi dengan cara selfie, lanjut Surur, kegiatan yang dilakukan PKPU Semarang secara rutin selama bulan Ramadan adalah melakukan aksi bagi-bagi bingkisan dan makanan kepada para mustahiq (penerima zakat). ”Selain itu, kami juga menggelar buka puasa bersama, pesantren kilat pelajar, penyaluran zakat fitrah, semarak Alquran nusantara dan pendistribusian paket Lebaran,” pungkasnya. (*/ida/ce1)