SEMARANG – Menjelang Lebaran, PKPU mengajak 6.666 anak yatim ke pusat perbelanjaan untuk berbelanja kebutuhan hari raya. Jumlah itu telah memecahkan Museum Rekor Indonesia (Muri) yang pernah dicatat PKPU sendiri pada 2011 yang mengajak belanja 3.333 anak yatim.

Ketua PKPU Cabang Semarang Miftahul Surur menuturkan, belanja bareng anak yatim ini digelar serentak di 18 provinsi atau 34 kabupaten/kota. Di Semarang sendiri, tercatat 150 anak yang mengikuti Belanja Bareng Yatim (BBY) ini.

”Sebenarnya ini charity yang dikemas edukatif. Dengan voucher seperti ini, anak-anak lebih bisa me-manage sendiri kebutuhannya. Mana yang prioritas, mana yang bisa dibeli kalau ada uang sisa. Selain itu, konsep ini juga sekalian mengajak anak yatim ikut merasakan ramainya belanja menjelang Lebaran,” katanya ketika mendampingi anak yatim berbelanja, kemarin.

Surur menambahkan, anak yatim yang diberi kesempatan ini bukanlah mereka yang telah dirawat panti asuhan. Dia menganggap, kebanyakan panti asuhan sudah terbilang ’kenyang’ menerima sumbangan dari berbagai pihak, apalagi di bulan Ramadan.

”Kami sengaja mencari yang belum ditampung panti asuhan. Jadi mereka memang benar-benar belum pernah mendapatkan santunan di Ramadan ini,” ujarnya.

Sore itu, di balik kegirangan, ada mimik kebingungan di wajah anak-anak yatim. Mereka yang masih duduk di bangku SD dan SMP tampak enggan mengambil barang belanjaan. Kadang tampak menghitung-hitung sebentar, kemudian baru menaruh barang incarannya ke dalam keranjang yang dibawa.

Kebanyakan anak lebih memilih memburu baju atau celana ketimbang makanan. Meski begitu, banyak juga yang diarahkan untuk membeli perlengkapan sekolah dalam mempersiapkan tahun ajaran baru.

”Lebaran kali ini kebetulan memang bertepatan dengan tahun ajaran baru. Jadi anak-anak sengaja kami arahkan menyisihkan jatah belanja untuk membeli keperluan sekolah,” pungkas Surur. (amh/zal/ce1)