Diskusi dengan Tokoh Muhammadiyah dan NU

219
ROADSHOW : Calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi – Hevearita Gunaryanti Rahayu berfoto bersama pengurus Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Jateng dalam kunjungan kemarin. (RICKY FITRIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ROADSHOW : Calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi – Hevearita Gunaryanti Rahayu berfoto bersama pengurus Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Jateng dalam kunjungan kemarin. (RICKY FITRIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi – Hevearita Gunaryanti Rahayu bergerak cepat menjalin komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat. Kamis (9/7), Hendi – Ita menemui pengurus Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Jateng dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang.

Dalam kunjungan tersebut, pasangan tersebut melakukan dialog dan mendapat banyak masukan terkait perkembangan Kota Semarang. Dalam kunjungannya, pasangan yang baru saja mendapat rekomendasi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut ingin meminta restu maju Pilwakot. Mereka juga berharap mendapat masukan sebelum menyusun visi misi.

Di kantor PW Muhammadiyah Jateng, Hendi – Ita ditemui langsung Ketua PW Muhammadiyah Jateng KH Musman Tholib, Sekretaris Tafsir, dan sejumlah Wakil Ketua. Keduanya mendapat banyak masukan. Mulai dari penanganan kebakaran Pasar Johar hingga upaya revitalisasi Kota Lama untuk Pariwisata.

Wakil Ketua PW Muhammadiyah Jateng, Fattah Santoso mengatakan selain program penanganan rob, dia meminta Pemkot memprioritaskan pemeliharaan gedung tua cagar budaya di kawasan Kota Lama. Sebab yang sering terjadi, ketika wajah kota dimodernisasi, semua bangunan direnovasi dengan arsitektur baru tanpa mempertahankan bangunan kuno. “Di beberapa kota di luar negeri, bangunan modern berdiri tanpa menggusur bangunan tua. Bangunan cagar budaya bahkan menjadi objek wisata andalan,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Hendi mengatakan ada sekitar 230 bangunan cagar budaya di Kota Semarang yang sebagian besar berlokasi di Kota Lama. Pihaknya sudah mendorong pihak swasta untuk merevitalisasi bangunan cagar budaya dengan memberi diskon IMB dan PBB. Hasilnya, kini ada sekitar 5 bangunan di Kota Lama yang telah digunakan untuk aktivitas bisnis sekaligus dirawat. “Hanya saja tidak semua mau merenovasi tanpa mempertahankan bentuk asli. Karenanya Pemkot ingin memberi contoh cara merenovasi yang benar dengan cara membeli bangunan kuno dan merenovasinya,” ungkapnya.

Terkait Pasar Johar yang terbakar, Hendi memastikan akan membangun kembali menggunakan dana pemerintah. Hal tersebut sekaligus untuk menepis tudingan Pasar sengaja dibakar karena Pemkot sudah deal dengan investor yang mau membangun. “Semua akan dibangun memakai dana APBD. Jika dana Pemkot tidak cukup, kami akan minta ke Pemprov dan pusat,” paparnya.

Di kantor PCNU Kota Semarang, Hendi – Ita ditemui Ketua PCNU Kiai Anasom, sejumlah pengurus, dan ibu-ibu dari Fatayat dan Muslimat NU. Sementara Ita mengatakan kedatangan mereka untuk kulonuwun sekaligus silaturahmi dengan keluarga Muhammadiyah dan NU sebagai ormas Islam terbesar. “Secara pribadi kami berkomitmen untuk merangkul semua tokoh dari berbagai kalangan. Mohon doa dan dukungannya agar pencalonan kami lancar hingga 9 Desember nanti,” katanya. (ric)