Tiga Parpol Usung Sri Sumarni – Edy Maryono

318
Agustina Wilujeng. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
Agustina Wilujeng. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memutuskan berkoalisi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dalam pilkada Kabupaten Grobogan. Ketiga parpol tersebut dipastikan akan mengusung pasangan Sri Sumarni–Edy Maryono pada pilkada Desember mendatang.

Ketua Desk Pilkada DPD PDIP Jateng Agustina Wilujeng mengatakan rekomendasi DPP untuk pasangan Sri Sumarni–Edy Maryono telah turun, Rabu (8/7). Sri Sumarni merupakan kader PDIP sekaligus Ketua DPRD Grobogan, sedangkan Edy Maryono adalah anggota DPRD Grobogan sekaligus Sekretaris DPC PKB Grobogan. ”Untuk Kabupaten Grobogan, rekomendasi sudah pasti kita mengusung pasangan tersebut bersama PKB dan Hanura,” katanya. Koalisi gabungan tiga partai tersebut terjalin setelah melalui pembicaraan intensif dan kecocokan visi misi.

Sementara itu Ketua DPW PKB Jateng KH Yusuf Chudlori juga membenarkan pihaknya berkoalisi dengan PDIP dan Hanura mengusung Sri Sumarni–Edy Maryono. Hanya saja Gus Yusuf, panggilan akrab Yusuf Chudlori mengaku belum menerima salinan rekomendasi DPP PKB. ”DPW belum mendapat salinan rekomendasi, tapi setting-nya memang begitu,” katanya.

Menurutnya koalisi tersebut sudah melalui proses cukup lama. Koalisi terjalin lantaran ada kesepahaman membangun Grobogan menjadi lebih baik. ”Selain itu partai nasionalis dan partai NU sepertinya cocok,” imbuhnya. Koalisi dengan PDIP dan Hanura juga tinggal melanjutkan koalisi pilpres saat mengusung pasangan Jokowi–JK, meski dia mengakui di daerah lain PKB tidak selalu berkoalisi dengan kedua parpol tersebut. ”Tentu ada yang bersama, ada yang tidak,” paparnya.

Dengan turunnya rekomendasi tersebut, total DPP PDIP sudah mengeluarkan rekomendasi bagi 7 kabupaten/kota di Jateng. Sebelumnya yang sudah mendapat rekomendasi adalah Kota Semarang (Hendrar Prihadi-Hevearita Gunaryanti Rahayu), Kota Surakarta (FX Hadi Rudyatmo–Achmad Purnomo), Kabupaten Boyolali (Seno Samodro–Said Hidayat), Kabupaten Sukoharjo (Wardoyo Wijaya–Purwadi), Kabupaten Pemalang (Junaedi–Martono), dan Kota Magelang (Sigit Widyonindito-Windarti Agustina). (ric/ce1)