PEMUDIK KAPAL: Ribuan pemudik yang menggunakan kapal laut memadati Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Rabu (8/7) siang. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
PEMUDIK KAPAL: Ribuan pemudik yang menggunakan kapal laut memadati Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Rabu (8/7) siang. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

TERBOYO – Sembilan hari menjelang Lebaran, para pemudik mulai membanjiri Terminal Terboyo, Semarang. Dalam sepekan ini, tercatat jumlah penumpang baik datang maupun berangkat di terminal ini mencapai 4.500 orang. Sedangkan jumlah bus antar kota dalam provinsi (AKDP) dan antar kota antar provinsi (AKAP) mencapai 400-450 armada setiap harinya.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Terminal Terboyo, Slamet Widodo mengakui, jumlah penumpang mudik di Terminal Terboyo mulai mengalami peningkatan. Diperkirakan kepadatan penumpang mudik Lebaran akan terjadi pada H-4 sampai H-3 Lebaran. ”Sedangkan puncak arus mudik diperkirakan H-1,” katanya.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Agus Harmunanto mengatakan, jumlah penumpang pada masa angkutan Lebaran 2015 ini diperkirakan akan mengalami kenaikan 5 persen di Terminal Terboyo, Mangkang, dan Penggaron.

Disebutkan, jumlah penumpang mudik di Termimal Terboyo diperkirakan mencapai 259.010 orang. Tahun sebelumnya sebanyak 246.676 penumpang. Sedangkan di Mangkang diperkirakan jumlah penumpang naik mencapai 128.127 orang, dan di Penggaron diperkirakan mencapai 53.721 orang.

”Pada Lebaran 2014, penumpang mudik di Terminal Terboyo juga mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya, 121.440 orang, meningkat menjadi 246.676 orang. Sedangkan di Mangkang dan Penggaron justru turun,” jelasnya.

Pihaknya menambahkan, sejauh ini kepadatan lalu lintas pemudik belum terlihat. Namun pihaknya telah melakukan segala pesiapan dalam memberikan kenyamanan dan keamanan kepada para pemudik yang melewati Kota Semarang.

”Kami sudah berkoordinasi dengan petugas antarinstansi terkait seperti Dinas Kesehatan dan kepolisian. Nantinya setiap posko akan kita tempatkan petugas gabungan untuk menghadapi arus pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi,” katanya.

Sementara itu, memasuki H-9 kemarin, arus mudik di Terminal Mangkang masih terlihat sepi. Kepala UPTD Terminal Mangkang, Joko Umboro Jati, mengatakan, jika arus mudik diprediksi akan mulai terlihat pada H-7 atau akhir pekan besok dengan prediksi kenaikan penumpang sebesar 5 persen dibandingkan pada Lebaran 2014 lalu. ”Memang belum terlihat, kemungkinan mulai ramai H-7 pada saat liburan sekolah,” katanya saat dihubungi Jawa Pos Radar Semarang.

Ia menjelaskan, arus mudik tahun lalu tercatat sebanyak 128.127 penumpang yang turun di Terminal Mangkang, dan melanjutkan ke beberapa kota besar di Jateng dan Jatim. ”Pada tahun ini disiapkan armada berupa bus AKAP 478 unit, bus AKDP 98 unit dan angkot sebanyak 91 unit,” ujarnya.

Selain itu, untuk memberikan kenyamanan bagi para pemudik, pihak UPTD Terminal Mangkang juga telah bekerja sama dengan pengusaha bus untuk mendirikan perwakilan loket di Terminal Mangkang pada arus mudik tahun ini. Kebijakan tersebut, lanjut Joko, mendapatkan banyak dukungan melihat animo masyarakat saat arus mudik tahun lalu. ”Efektifnya mulai 5 Juli lalu telah berjalan,” tuturnya.

Jika arus mudik lewat jalur darat masih belum mengalami lonjakan berarti, beda dengan arus mudik di jalur laut. Ribuan pemudik kemarin kembali tiba di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Mereka menumpang dua Kapal Motor (KM) Dharma Ferry II dari Pelabuhan Ketapang dan KM Kirana III asal Sampit.

Menurut informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang, dua kapal tersebut mengangkut 1.200 penumpang. ”Dua kapal yang datang, selain membawa pemudik, juga membawa sekitar 110 kendaraan roda dua maupun roda empat,” kata Manajer Cabang PT Dharma Lautan Utama, Herman Fajar, kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dikatakan, sejumlah pemudik yang datang beberapa hari ini adalah wiraswasta yang tidak terpancang oleh aturan libur perusahaan. Diperkirakan puncak mudik mulai H-3 sampai Lebaran nanti dengan jumlah penumpang rata-rata 1.000 sampai 3.000 orang. ”Setiap kapal yang mengangkut pemudik dijaga petugas, sehingga keamanan penumpang terjamin,” jelasnya.

Disinggung mengenai kenaikan harga tiket kapal, ia mengatakan jika tidak ada kenaikan. Kecuali tiket progresif yang berlaku pada H-7 sampai Lebaran. Tujuannya agar arus mudik merata, sehingga tidak terjadi lonjakan karena pemudik memilih harga tarif lebih murah atau harga normal. ”H-7 nanti harga tiket akan naik 30 persen dari harga normal,” pungkasnya.

Terpisah, Manajer Humas Daop 4 Semarang, Suprapto, menuturkan, jika volume pemudik yang naik KA di wilayah Semarang kemarin berjumlah 11 ribu penumpang. Untuk volume penumpang yang turun di wilayah Semarang kemarin berjumlah 14 ribu penumpang.

”Sudah ada peningkatan arus penumpang dibandingkan hari-hari biasa yang angka volume naiknya berkisar di angka 8 ribu- 9 ribu penumpang per hari, sementara angka penumpang yang turun berkisar antara 9 ribu-10 ribu penumpang dan diprediksi akan terus mengalami kenaikan jelang Lebaran nanti,” tuturnya.

Dikatakan, ketersediaan tempat duduk untuk arus mudik dari arah Jakarta menuju Jatim dan Jateng yang melalui Semarang, tiket telah habis dari H-8 – H+2. ”Untuk arus mudik dari arah Jatim/ Jateng melalui Semarang, tiket masih tersedia. Sama halnya dengan arus kontra balik dari Jakarta menuju Jatim/Jateng melalui Semarang, tiket juga masih tersedia,” pungkasnya.

Sementara itu, Polrestabes Semarang telah bersiap menyambut arus mudik Lebaran 2015. Hal itu dilakukan dengan disiapkannya 14 Pos Keamanan dan 2 Pos Pelayanan Kesehatan. Belasan pos pelayanan tersebut tersebar di setiap jalur utama, mulai dari Mangkang hingga Genuk dan Banymanik Semarang. Tak hanya itu, pihak kepolisian juga menyiapkan 2/3 personel untuk mengawal arus mudik tahun ini.

”Kami telah lakukan serangkaian persiapan, karena ini misi kemanusiaan maka kami akan maksimal. Ada 14 pos keamanan disiapkan sepanjang jalur mudik. Dari Mangkang sampai Genuk dan Banyumanik. Ada juga dua pos pelayanan kesehatan yang terdapat anggota gabungan dari TNI-Polri dan sejumlah instansi lain,” kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Burhanudin, Rabu (8/7). (den/har/jpnn/mha/aro/ce1)