Rawan Jual Beli Bangku Kosong

185

SEMARANG – Praktik jual beli ’bangku kosong’ kerap terjadi usai proses daftar ulang calon siswa yang diterima selesai. Pihak sekolah biasanya menjual kursi calon siswa yang tidak daftar ulang ke calon siswa lain. Hal tersebut dikatakan Ketua Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Jawa Tengah, Ahmad Zaid, kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Menurut Zaid, potensi praktik jual beli tersebut diduga disebabkan oleh kurang transparan dan akuntabelnya informasi yang diberikan oleh sekolah. Pada kenyataannya, lanjutnya, terkait dengan bangku kosong sendiri masyarakat harus diminta proaktif mencari informasi ke sekolah.

”Sekolah kan pelayanan publik. Jadi, kalau terkait dengan informasi bangku kosong itu harus di-share ke masyarakat luas. Ataupun sekolah memberikan peraturan jika ada siswa yang tidak melakukan daftar ulang, maka siswa yang rankingnya di bawahnya bisa naik. Sangat dimungkinkan terjadi praktik jual beli,” ujar Zaid kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (8/7).

Menurut Zaid, hal tersebut berpotensi pihak yang memiliki akses kekuasaan untuk dapat memanfaatkannya. Ia menilai, dalam hal ini Dinas Pendidikan Kota Semarang seharusnya tidak hanya diam dan terkesan melemparkan permasalahan bangku kosong ke pihak masing-masing sekolah.

”Ini tidak fair. Kalau tidak diumumkan ke publik. Sekolah harus mendata jumlah bangku yang kosong, kemudian dilaporkan ke Disdik (Dinas Pendidikan), setelah itu ditindaklanjuti oleh Dinas Pendidikan agar diumumkan ke masyarakat,” tandasnya.

Terpisah, Wakil Ketua Pendaftaran Peserta Didik (PPD) Kota Semarang, Taufik Hidayat, memastikan, jika ada calon siswa didik yang tidak melakukan pendaftaran ulang dan verifikasi pendaftaran ulang, maka siswa tersebut otomatis akan tercoret dari daftar hasil seleksi.

”Pendaftaran ulang pada sistem PPD online atau daring 2015 ini terbagi dalam dua tahap yaitu pengisian formulir peserta didik secara daring dan verifikasi data pendaftaran ulang di satuan pendidikan atau sekolah. Kedua tahap tersebut harus dilakukan oleh peserta didik yang dinyatakan diterima. Jika kedua tahap tidak dilakukan, maka peserta didik dianggap mengundurkan diri dan dicoret dari daftar hasil seleksi,” paparnya.

Ia menambahkan, proses pendaftaran ulang PPD Kota Semarang untuk semua jenjang baik TK, SD, SMP, SMA dan SMK sudah berakhir. Untuk TK dan SD proses pendaftaran ulang sudah berlangsung pada Rabu–Kamis (1–2/7) lalu, jenjang SMP pendaftaran ulang online Selasa-Jumat (30/6–3/7) dan verifikasi Kamis-Jumat (2-3/7).

SMA pendaftaran ulang Jumat-Selasa (3-7/7) verifikasi Senin–Selasa (6-7/7), serta SMK pendaftaran ulang Sabtu-Selasa (4-7/7) verifikasi Senin–Selasa (6-7/7). Dirinya mengaku belum mendapat data mengenai jumlah calon siswa yang tidak melakukan pendaftaran ulang atau pun verifikasi pendaftaran ulang. Namun jika ada, pihaknya mengembalikan hal tersebut kepada kebijakan masing-masing satuan pendidikan.

”Jika tidak melakukan daftar ulang dan verifikasi, otomatis calon siswa tersebut gugur. Artinya, ada sisa daya tampung sekolah yang masih tersisa atau kosong. Untuk mengisi kekosongan ini, kita serahkan kepada kebijakan masing-masing satuan pendidikan, ini sudah menjadi kewenangan sekolah. Dinas Pendidikan hanya sebagai operator dalam PPD, namun setelah proses tersebut selesai maka kita kembalikan kepada sekolah,” terang Taufik.

Ditanya soal adanya permainan dalam penerimaan siswa dari sisa daya tampung tersebut, pihaknya menampik untuk mengomentarinya. ”Sekali lagi kita harapkan sekolah tetap bertindak fair, kita juga berharap masyarakat berpandangan positif. Jangan menduga-duga hal yang tidak baik,” tandasnya.

Secara terpisah Kepala SMAN 1 Semarang, Kastri Wahyuni, mengakui hingga hari terakhir batas waktu pendaftaran ulang dan verifikasi, ada beberapa calon siswa yang tidak memenuhinya.

”Secara sistem, maka calon peserta didik ini gugur. Untuk mengisi kekosongan dari jumlah daya tampung, kita kembalikan lagi pada sistem yang ada. Bukan dari kebijakan kepala sekolah. Data-data siswa yang kemarin mendaftar kan masih ada, nanti kita ambil dari sistem tersebut,” terangnya. (ewb/aro/ce1)