Jalan Alternatif Batang Rawan Kecelakaan

298
PERBAIKAN : Jalan alternatif Kabupaten Batang melalui jalan Jalan Yos Sudarso harus dilewati dengan hati-hati. Sebab betonisasi pada jalur tersebut masih banyak yang belum selesai. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
PERBAIKAN : Jalan alternatif Kabupaten Batang melalui jalan Jalan Yos Sudarso harus dilewati dengan hati-hati. Sebab betonisasi pada jalur tersebut masih banyak yang belum selesai. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)

BATANG – Jalan alternatif Kabupaten Batang yang berada di Jalan Yos Sudarso, yang rencananya akan digunakan para pemudik, khususnya dari arah Jakarta menuju Kabupaten Batang kondisinya saat ini memprihatinkan dan rawan kecelakaan.

Pasalnya jalan alternatif berupa betonisasi, yang baru dibangun oleh Dinas Bina Marga Kabupaten Batang dengan anggaran APBD 2015 sebesar Rp 3,1 miliar baru dikerjakan 50 persen, dari 100 persen jalan rusak yang ada.

Akibatnya dari sepanjang 2 kilometer jalan alternatif di Yos Sudarso Batang, hanya 1 kilometer saja yang sudah dibeton. Selebihnya masih berlubang dan sulit dilalui. Sedangkan pengerjaan dari betonisasi tersebut juga tidak sempurna, karena pada sisi kanan dan kiri beton tidak ditutup tanah. Sehingga besi beton masih tampak dan berbahaya bagi pengendara baik motor maupun mobil pribadi.

Untuk mengantisipasi kecelakaan, masyarakat sekitar memasang papan adanya larangan dilalui bagi kendaraan roda empat. Namun tidak sedikit pengendara mobil pribadi yang nekat lewat dengan alasan terlalu jauh untuk memutar ke jalur pantura.

Sutrisno, 56, warga Kelurahan Klidang Lor, Kecamatan Batang, mengungkapkan tidak rampungnya pembangunan betonisasi di Jalan Yos Sudarso, membuat pengendara mobil harus ekstra waspada.

Menurutnya sambungan jalan betonisasi dengan jalan aspal, yang belum dibeton cukup menyulitkan kendaraan pribadi. Terlebih bagi truk yang mengangkut ikan ke TPI Klidang. “Pembangunan beton yang tidak merata, justru membuat pengendara rawan kecelakaan, khususnya bagi pemudik. Karena mereka tidak sepenuhnya memahami kondisi jalan tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA), Kabupaten Batang, Ketut Mariadi menjelaskan tidak rampungnya pembangunan jalan betonisasi di Jalan Yos Sudarso, karena anggaran yang ada di APBD tidak mencukupi, untuk membangun jalan rusak sepanjang 5 kilometer tersebut.

Menurutnya Pemda Batang sudah mengajukan anggaran tambahan ke pemprov untuk menyelesaikan pembangunan jalan alternatif di Jalan Yos Sudarso tersebut. “Anggaran Pemda sangat terbatas, sementara bantuan dari Gubernur untuk perbaikan jalan tersebut, hingga kini belum cair. Jadi pemudik yang melalui jalan alternatif tersebut, harus ekstra hati-hati,” jelasnya. (thd/ric)