SEMARANG – Operator turnamen serta dua tim finalis Polda Jateng Cup 2015, yakni PSIS Semarang dan Persis Solo akhirnya sepakat untuk melanjutkan laga final turnamen yang diikuti oleh tujuh tim Divisi Utama asal Jateng tersebut. Bahkan laga leg kedua tetap akan dilaksanakan sesuai jadwal semula di Stadion Manahan Solo pada Sabtu (11/7) lusa. Perubahan hanya terjadi pada jadwal lanjutan leg pertama yang terhenti di menit ke-27 lantaran terjadi keributan antar pendukung kedua kesebelasan.

”Untuk lanjutan leg pertama tidak memungkinkan kalau digelar sebelum tanggal 11 karena waktunya cukup mepet. Di satu sisi kubu Persis Solo juga meminta pertandingan leg kedua tetap digelar sesuai jadwal, Sabtu (11/7),” kata salah satu anggota panitia bersama, Aam Ichwan kemarin.

Solusinya, kata Aam, laga leg kedua tetap digelar sesuai jadwal. Sedangkan laga lanjutan leg pertama diputuskan akan digelar di Stadion Jatidiri Semarang pada 14 Juli 2015 atau tiga hari setelah pelaksanaan leg kedua.

”Jadwalnya memang jadi terbalik, karena leg pertama belum selesai. Tapi ya mau bagaimana lagi, itu solusi terbaik yang berhasil dicapai oleh kedua tim finalis,” sambung General Manager (GM) Persip Pekalongan ini.

Untuk lanjutan leg pertama di Semarang yang sempat terhenti, kata Aam, laga akan dilanjutkan pada menit ke-28 dengan kondisi skor pertandingan tetap 1-0 untuk keunggulan tuan rumah Mahesa Jenar.

Namun Aam dihubungi kemarin juga menegaskan, sebelum melanjutkan kembali laga final Polda Jateng Cup 2015 itu, pada Jumat (10/7) mendatang pihak operator, perwakilan manajemen serta suporter kedua tim akan lebih dulu menggelar pertemuan.

”Pertemuan terkait dengan jaminan keamanan baik di leg kedua di Solo maupun lanjutan leg pertama di Semarang. Tujuannya ya agar hal-hal seperti kemarin tidak sampai terjadi lagi,” sambung Aam Ichwan.

Sebelumnya memang sempat terjadi perdebatan antara kedua tim soal solusi lanjutan laga final. Penyebabnya, baik PSIS maupun Persis dalam pertemuan kemarin masih sama-sama ngotot dengan keinginan masing-masing. Celakanya, dalam pertemuan pertama yang difasilitasi oleh operator turnamen itu, kedua tim tidak diwakili oleh orang yang berwenang mengambil keputusan. Tim Mahesa Jenar diwakili oleh Direktur Teknik, Setyo Agung Nugroho, dan Ketua Panpel Pujianto. Sedangkan di kubu tim Laskar Sambernyawa diwakili oleh Sekretaris Manager, Sapto Joko Purwadi.

Kubu PSIS mengajukan dua opsi, yakni sisa laga leg pertama dan laga leg kedua tetap dilanjutkan, namun digelar di tempat yang netral. Kedua, PSIS meminta partai puncak turnamen disudahi dengan ending kedua tim mendapatkan gelar juara bersama.

Kedua opsi itu diajukan oleh PSIS, menurut Setyo Agung Nugroho, cukup beralasan. Pasalnya, kejadian keributan antarsuporter kedua tim pada laga leg pertama di Stadion Jatidiri lalu cukup membuat kubu tuan rumah berpikir ulang untuk menggelar laga lanjutan di Semarang.
”Dari kejadian kemarin saja hingga saat ini masih ada hal-hal yang harus kami selesaikan. Artinya, secara psikologis masih banyak hal yang harus dipertimbangkan oleh panpel PSIS,” kata Setyo Agung.

Kemudian di kubu Persis tetap menginginkan laga digelar sesuai jadwal. Terutama untuk pelaksanaan laga leg kedua yang rencananya akan digelar di Stadion Manahan Solo pada Sabtu (11/7) lusa.

”Untuk tanggal 11 Juli kami sangat berharap pertandingan tetap digelar, karena segala sesuatunya telah kami urus, baik soal perizinan maupun persiapan cetak tiket. Dan kalau pertandingan ditunda setelah tanggal 11 Juli, tentu kami akan lebih susah mengurus perizinan karena sudah mendekati Lebaran,” terang Sapto.

Terpisah, Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Burhanudin menyatakan akan tetap mengawal dan memberikan pengamanan laga lanjutan PSIS melawan Persis. ”Kami akan berikan pengamanan dan pengawalan. Pertandingan itu akan tetap dilaksanakan, untuk waktunya mungkin setelah Lebaran. Kami masih menunggu konfirmasi lagi dari panitia pelaksana,” katanya kemarin.

Terkait apakah pertandingan nanti diizinkan dapat ditonton oleh suporter setia PSIS Semarang dan Persis Solo, Burhanudin berpendapat bahwa ada kemungkinan itu tetap diperbolehkan. Terlebih ia menilai jika suporter di stadion merupakan bagian dari sebuah pertandingan.
”Itu kan bagian dari pertandingan, pernak-pernik. Boleh menonton tapi jangan anarkis. Kalaupun nanti ada tindakan anarkis, kami siap melakukan tindakan tegas. Pola pengamanan kami tidak jauh beda dengan kemarin,” tegasnya. (bas/aro/ce1)