Paman Cabuli Ponakan

321
PENCABULAN : Ustadi, tersangka pencabulan terhadap ponakan saat diperiksa Kapolres Pekalongan, AKBP Indra Krismayadi, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENCABULAN : Ustadi, tersangka pencabulan terhadap ponakan saat diperiksa Kapolres Pekalongan, AKBP Indra Krismayadi, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN-Sungguh bejat apa yang dilakukan Ustadi alias Wedus, 23, warga Desa Wringin Agung, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan. Dalam bulan puasa yang suci ini, tega mencabuli keponakannya sendiri yang baru berusia 5 tahun. Akibat perbuatan pamannya, sebut saja Andah, mengalami luka memar pada alat kemaluannya.

Kejadian itu bermula saat ibu korban, ‎Dausri Manis, datang ke rumah neneknya yang tinggal bersama Ustadi adik dari Dausri. Karena ada keperluan, Dausri mengajak istri Ustadi pergi ke Keluarahan Pekajangan, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.

Karena di rumah sepi, Ustadi akhirnya mengajak keponakannya Adinda pergi ke kebun untuk memasang perangkap pada burung liar. Sambil menunggu hasil tangkapan burung liar, Ustadi memangku ponakannya. Saat memangku tersebut, tiba-tiba nafsu birahi Ustadi muncul. Ponakannya pun dicabuli beberapa kali, hingga menangis karena kesakitan lantaran alat kemaluannya mengalami luka memar.

Akhirnya Ustadi pun mengantar pulang Andah ke rumah orang tuanya di Desa Sawangan, Kecamatan Doro. Karena Andah menangis tiada henti, ‎Dausri curiga sehingga menanyai anaknya. Dan Andah pun menceritakan semua yang dialaminya saat di kebun bersama Ustadi.

Senin (6/7) malam itu juga, ‎Dausri Manis langsung melaporkan adiknya Ustadi, ke Polsek Doro. Setelah sebelumnya membawa putri kesayangannya ke dokter untuk melakukan pemeriksaan dan visum. “Saya tidak terima atas perbuatan adik saya. Anak saya satu-satunya. Makanya saya laporkan ke polisi,” ungkap ‎Dausri.

Ustadi, Selasa (7/7) kemarin, saat diperiksa di Mapolres Pekalongan mengaku dirinya hanya dua kali mencabuli keponakannya. Namun karena menangis terus, akhirnya dirinya tersadar bahwa yang dicabuli adalah keponakannya sendiri. Sehingga diantar pulang dengan diberi uang Rp 4 ribu. “Pas saya melakukan itu, Andah sempat bilang, udah om… udah om… sakit. Lalu saya sadar ternyata itu keponakan saya sendiri,” kata Ustadi.

Sementara itu, Kapolres Pekalongan, AKBP Indra Krismayadi, menegaskan bahwa pencabulan yang dilakukan Ustadi terhadap keponakannya sendiri, dikenai Pasal 292 KHUP tentang pencabulan, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. “Kami berharap, masalah pencabulan tidak lagi terjadi di Kabupaten Pekalongan,” tegas AKBP Indra Krismayadi. (thd/ida)