Hapus Kesan Pemuda Panitia Kegiatan

231
DORONG WIRAUSAHA: Ketua Karang Taruna Jateng, Dede Indra Permana Soediro saat melakukan penandatanganan kerja sama dengan BPD Hipmi Jateng dan PT Micromart Indonesia Kencana terkait pemasaran produk UMKM di toko modern belum lama ini. (Istimewa)
DORONG WIRAUSAHA: Ketua Karang Taruna Jateng, Dede Indra Permana Soediro saat melakukan penandatanganan kerja sama dengan BPD Hipmi Jateng dan PT Micromart Indonesia Kencana terkait pemasaran produk UMKM di toko modern belum lama ini. (Istimewa)

SEMARANG – Image pemuda Karang Taruna yang lekat dengan panitia berbagai kegiatan harus segera dihapus. Pemuda Karang Taruna harus berperan lebih besar dengan menjadi pelopor kegiatan wirausaha di wilayahnya masing-masing.

Hal tersebut dikatakan Ketua Karang Taruna Jateng Dede Indra Permana Soediro usai penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jateng dan PT Micromart Indonesia Kencana belum lama ini. Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Dede, Ketua BPD Hipmi Jateng M. Reza Tarmizi, serta Presiden Direktur dan Founder PT Micromart Indonesia Kencana Farid MN di Micromart Tower, Jalan Pahlawan Semarang.

Dede mengungkapkan selama ini pemuda Karang Taruna di desa maupun kelurahan lekat dengan kesan pemuda panitia. Baik menjadi panitia di acara pernikahan maupun kegiatan tujuh belasan. Padahal mereka bisa memberikan peran lebih besar dengan menjadi pelopor kegiatan wirausaha. ”Teman Karang Taruna bisa menjadi pelopor para pemuda di wilayahnya masing-masing untuk berwirausaha. Bukan lagi sekadar menjadi panitia berbagai kegiatan,” ungkapnya. Menurut anggota Komisi B DPRD Jateng ini, dengan mendorong kegiatan wirausaha, pemuda Karang Taruna bisa membantu pemerintah dalam membangun fondasi perekonomian di daerah.

Melalui kerja sama tersebut, pihaknya bersama Hipmi Jateng dan PT Micromart Indonesia Kencana ingin mendorong berkembangnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Yaitu dengan membantu pemasaran produk-produk UMKM di gerai-gerai Micromart. Dikatakannya, di berbagai daerah, banyak produk UMKM, khususnya yang berupa makanan ringan yang layak untuk dipasarkan lebih luas. Dia mencontohkan lanting dari Kebumen, gethuk goreng dari Purwokerto, dan masih banyak lagi. ”Kami siap mendampingi mereka membuat produk, dikemas secara bagus, kemudian dipasarkan di Micromart,” papar dia.

Dede menambahkan menjelang era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), pengusaha lokal harus mempersiapkan diri agar tak hanya menjadi penonton. “Kita tidak bisa membendung datangnya pengusaha asing yang bebas berbisnis ritel disini. Karenanya kita harus terlibat dalam pengembangan produk lokal ke toko-toko tersebut,” paparnya.

Presiden Direktur dan Founder PT Micromart Indonesia Kencana, Farid MN mengatakan pihaknya menyambut baik masuknya produk UMKM ke gerainya. ”Selama ini 20 persen-30 persen produk yang kami pasarkan di gerai merupakan produksi lokal. Sebagian besar berupa makanan ringan dari berbagai daerah,” katanya. Dia berharap dengan masuknya produk lokal ke toko modern mampu meningkatkan profesionalitas pengusaha UMKM dalam memproduksi barang. (ric/ce1)

Silakan beri komentar.