MERESAHKAN: Jajaran Polda Jateng menggelar barang bukti hasil kejahatan para tersangka pecah kaca dengan korban nasabah bank. Foto lain, jenis cincin batu akik yang didesain khusus untuk memecahkan kaca mobil. (Adtyo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
MERESAHKAN: Jajaran Polda Jateng menggelar barang bukti hasil kejahatan para tersangka pecah kaca dengan korban nasabah bank. Foto lain, jenis cincin batu akik yang didesain khusus untuk memecahkan kaca mobil. (Adtyo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)

foto A pecah kaca (2)WEB

MUGASSARI – Komplotan penjahat ini mengincar nasabah yang sedang mengambil uang di bank. Setelah membuntuti mobil korban dan berhenti di tempat sepi, kawanan pelaku membobol kaca mobil menggunakan batu akik yang didesain khusus.

Dalam aksinya, mereka berhasil menggondol uang Rp 100 juta milik korban. Dari sembilan pelaku, delapan di antaranya berhasil diringkus oleh tim Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimmum) Polda Jateng. ”Delapan pelaku berhasil kami tangkap. Satu orang masih buron,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jateng, Kombes Pol Alloysius Liliek Darmanto, saat gelar perkara di Polda Jateng, Selasa (7/7).

Dijelaskannya, komplotan ini terakhir beraksi pada Kamis 4 Juni 2015 sekitar pukul 13.30 di depan fotokopi Cahaya Jalan Hos Cokroaminoto, Kelurahan Kuripan Kertoharjo, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kabupaten Pekalongan. ”Kerugiannya Rp 100 juta. Mereka beraksi memecah kaca mobil korban menggunakan cincin yang telah didesain khusus. Mereka mengincar nasabah bank,” kata Liliek.

Masing-masing tersangka adalah: Muhammad Zaini alias Adam Sayadi, 43, warga Jalan Kemayoran Barat RT 11 RW 6 Kelurahan Kemayoran, Jakpus; Muhammad Ibrahim, 33, alias Kades, warga Jalan Mauaren Lama No 17 RT 4 RW 5 Bandung; Ibrahim Samad, 30, warga Jalan Purbasari Dalam 2 No 126 Cimahi Utara.

Berikutnya adalah Sony Velly, 33, warga Jalan Menteng Wadas Utara No 10 RT 2 RW 2/11 Pasar Manggis Jakarta Utara; Dodi Irawan alias Oyot, 40, warga Kampung Cigentur RT 2 RW 7 Kecamatan Cikalong Wetan Kabupaten Bandung Barat; Andri Saputra, 19, warga Kampung Cigentur RT 2 RW 7 Kecamatan Cikalong Wetan, Bandung Barat; Deka Rizki Pangestu, 35, warga Jalan Cigadung Raya No 100 B RT 4 RW 4 Bandung; serta Asep Tatang, 25, warga Kompleks Pemda No A1 RT 6 RW 12 Cimahi Tengah. ”Para tersangka berasal dari Sumatera. Mereka sengaja beraksi lintas provinsi di Jawa. Ini termasuk modus baru, mereka memecah kaca dengan menggunakan cincin. Jadi, suaranya tidak begitu keras,” kata Liliek.

Komplotan pelaku pencurian tersebut ditangkap terpisah pada Sabtu 6 Juni 2015 di sejumlah hotel di Kota Cirebon. ”Masih ada satu lagi buron berasal dari Bandung,” imbuh Liliek.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimmum) Polda Jateng, Kombes Pol Gagas Nugraha mengatakan, para pelaku merupakan komplotan profesional yang beraksi secara rapi dan terstruktur. ”Sebelum beraksi, mereka berbagi peran. Ada yang bertugas melakukan pengamatan di dalam bank, untuk mencari nasabah bank yang melakukan pengambilan uang dalam jumlah besar dan tidak dikawal,” terangnya.

Beberapa pelaku menunggu di luar bank, setelah mendapat sasaran, mereka membuntuti dengan menggunakan sepeda motor. ”Pada saat sasaran korban berhenti di pinggir jalan, eksekutor turun dan memecah kaca mobil sebelah kiri, dengan menggunakan cincin mirip akik yang didesain khusus. Terbuat dari baja, ujungnya diruncingkan,” bebernya.

Lebih lanjut, pelaku lain bertugas menghalangi pandangan atau berpura-pura menanyakan alamat untuk mengalihkan perhatian. ”Kami langsung melakukan olah tempat kejadian perkara, memintai keterangan saksi, kemudian melakukan koordinasi dengan jajaran Polres untuk mengidentifikasi keberadaan pelaku di Cirebon,” katanya.

Dijelaskan Gagas, cincin tersebut mirip cincin batu akik, namun bagian batunya diganti baja dan ujungnya diruncingkan. ”Ada tiga cincin yang digunakan komplotan itu untuk beraksi. Para tersangka kami tangkap dua hari setelah beraksi,” imbuhnya.

Tersangka M. Ibrahim mengaku diajak oleh rekan-rekannya untuk beraksi di Jawa. Kesehariannya, di kampung kelahirannya ia bekerja sebagai sopir angkot. ”Penghasilan sopir angkort tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apalagi ini mendekati Lebaran,” katanya.

Tim kepolisian juga mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya uang Rp 7,8 juta sisa hasil kejahatan, empat motor yang digunakan beraksi, tiga cincin baja, dua handphone. Mereka dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (amu/zal/ce1)