SEMARANG – DPRD Jateng menyoroti adanya jalan sepanjang 250 kilometer di Jawa Tengah bagian timur yang tidak dilengkapi lampu penerangan jalan dan marka. Kondisi ini jelas sangat membahayakan karena rawan kecelakaan, terutama ketika arus balik dan mudik Lebaran.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng, Hadi Santoso mengatakan, jalan tidak berlampu itu merupakan jalur alternatif saat mudik Lebaran. Seperti jalur Rembang-Bulu, Lasem-Sale, Bulu-Blora, dan sejumlah jalur lainnya. Kondisi tersebut semakin parah karena jalanan sepi dan rawan aksi kriminalitas. ”Dari kunjungan di lapangan ada sekitar 250 kilometer jalan yang tidak ada lampunya,” katanya, kemarin.

Hadi menambahkan, jalan itu merupakan kewenangan Balai Pelaksana Teknis Bina Marga Jateng Wilayah Pati. Balai ini menangani jalan provinsi yang ada di Rembang, Pati, Jepara, dan Kudus. Selain tidak berlampu, jalur itu ternyata belum bermarka. ”Padahal ini kan jalur yang harus digunakan untuk arus mudik. Jadi kondisinya sangat membahayakan dan gelap,” imbuhnya.

Kondisi itu semakin diperparah dengan jalan yang tidak memenuhi standar. Sebab, rata-rata lebar jalan hanya empat sampai lima meter. Sedangkan untuk lebar standar jalan provinsi minimal enam meter. ”Ini harus diselesaikan, karena jalur itu sangat vital bagi masyarakat Jateng,” tambahnya.

Anggota Komisi D DPRD Jateng Muhammad Ngainirichald mengkritik kondisi jalan Jateng bagian timur yang hanya bersifat perawatan atau penambalan jalan. Ia meminta agar ada anggaran khusus untuk betonisasi, agar tahun infrastuktur yang dibanggakan Gubernur Jateng terealisasi. ”Jangan hanya perawatan, harus ada betonisasi. Ini untuk jangka panjang agar semua jalan bisa bagus,” tambahnya.

Dia menambahkan, persoalan infrastruktur harus benar-benar diperhatikan. Masyarakat berhak untuk menikmati jalan yang bagus dan tidak rusak. Tidak hanya jalan provinsi, jalan kabupaten dan desa harus bagus. Dan ini membutuhkan peran pemerintah provinsi agar bisa sukses terwujud. ”Tapi sayang sampai sekarang buktinya di lapangan masih banyak jalan yang rusak dan berlubang. Ini pekerjaan yang harus diselesaikan Pemprov Jateng,” tambahnya. (fth/ric/ce1)