10 Mobil Pengangkut Daging Sapi Dirazia

115

BANYUMANIK – Selama Ramadan dan jelang Lebaran, peredaran daging sapi gelonggongan terus diawasi. Selasa (7/7) dini hari kemarin, aparat Polrestabes Semarang bersama petugas Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Semarang melakukan razia dengan mencegat setiap mobil yang memuat daging di Jalan Setiabudi, Banyumanik, tepatnya di pertigaan menuju jalan tol Banyumanik.

Dalam razia yang dipimpin Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Sugiarto itu, puluhan aparat langsung memeriksa setiap mobil yang mengangkut daging sapi. Pemeriksaan dilakukan menggunakan alat khusus, yakni detektor pengukur kadar air yang terkandung di dalam daging. Dari 10 mobil pengangkut daging yang diperiksa, petugas tidak menemukan indikasi adanya peredaran daging sapi gelonggongan yang akan dipasok ke pasar tradisional di Kota Semarang.

”Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan indikasi peredaran daging gelonggongan. Normal kadar air dalam daging antara 65-80 persen batas toleransi. Jika melebihi itu, sudah dipastikan daging tersebut hasil gelonggongan,” jelas Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Sugiarto kepada Jawa Pos Radar Semarang di sela razia.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan, lanjut Sugiarto, daging tersebut memiliki kadar air rata-rata berkisar 71-73 persen. ”Sehingga bisa disimpulkan masih dalam kondisi normal,” katanya.

Pihaknya mengakui, kebutuhan daging sapi menjelang Lebaran meningkat. Hal itu kerap dimanfaatkan oleh pedagang nakal untuk mengedarkan daging gelonggongan. ”Kami akan terus melakukan operasi rutin bekerja sama dengan pihak terkait untuk melakukan pengawasan. Agar jangan sampai masyarakat dirugikan,” ujarnya.

Ia berjanji akan terus melakukan razia hingga Lebaran mendatang. Razia akan dilakukan di sejumlah titik masuk Kota Semarang serta di pasar-pasar tradisional. (amu/aro/ce1)