Masruhan Samsurie. (Radar Semarang files)
Masruhan Samsurie. (Radar Semarang files)

SEMARANG – DPRD Jateng meminta agar verifikasi Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) dilakukan transparan dan berkala. Langkah ini harus dilakukan untuk antisipasi agar jangan sampai ada pemilih ganda, atau warga yang sudah meninggal tapi masih terdaftar. Sebab, berbagai kejadian klasik itu sudah kerap terjadi dan menjadi persoalan serius selama pemilu.

Ketua Komisi A DPRD Jateng, Masruhan Samsurie mengatakan, KPU harus melakukan update daftar pemilih secara berkala. Jika perlu, pemilih yang sudah didaftar dipublikasikan secara perodik sampai pelaksanaan pilkada Desember mendatang. ”Ini sangat penting, karena akan memengaruhi proses demokrasi dalam pemilihan kepala daerah di Jateng. Harus transparan dan akuntabel,” katanya.

Masruhan menambahkan, persoalan daftar pemilih pilkada sangat urgen dan cukup rumit. Jangan sampai, ada calon kepala daerah yang memanfaatkan kesempatan mencari suara untuk memenangkan dirinya sendiri. ”Makanya harus ada pengawasan ketat, jangan sampai ada sikap politis,” imbuhnya.

Untuk mengetahui kesiapan pilkada, Komisi A DPRD Jateng rencananya bakal memanggil KPU usai Lebaran mendatang. Tidak hanya sebatas daftar pemilih, dewan bakal mengorek terkait persiapan menghadapi pilkada Desember mendatang. Sebab, pilkada serentak ini baru kali pertama digelar dan membutuhkan tenaga ekstra untuk pelaksanaannya. ”Kalau dari kunjungan Komisi A, hampir semua daerah sudah siap menghadapi pilkada. Di Jateng ada 21 daerah yang bakal memiliki hajatan besar itu,” tambahnya.

Jumlah calon pemilih dalam pilkada di 21 daerah se-Jateng sebanyak 15,2 juta orang. Angka ini berdasarkan jumlah DP4 di 21 kabupaten/kota. Jumlah DP4 di 21 kabupaten/kota penyelenggara pilkada di Jateng berjumlah 15.242.847 orang. Rinciannya, 7.609.063 (49,9 persen) laki-laki dan 7.633.784 (50,08 persen) perempuan. (fth/ric/ce1)