Tujuh PSK Diciduk, Belasan Melarikan Diri

673
TERTANGKAP : Tujuh PSK ditangkap di Desa Legokchile, Desa Pantianom, Kecamatan Bojong dan Desa Sambiroto, Kecamatan Kajen, Pekalongan, dan langsung dikirim ke Balai Rehabilitas di Surakarta, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERTANGKAP : Tujuh PSK ditangkap di Desa Legokchile, Desa Pantianom, Kecamatan Bojong dan Desa Sambiroto, Kecamatan Kajen, Pekalongan, dan langsung dikirim ke Balai Rehabilitas di Surakarta, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN–Sebanyak tujuh Pekerja Seks Komersial (PSK) yang berada di Desa Legokchile, Desa Pantianom, Kecamatan Bojong dan Desa Sambiroto, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Senin (7/7) dini hari kemarin, ditangkap Satpol PP. Yakni, saat dilakukan operasi penyakit masyarakat.

Penangkapan tersebut bermula setelah adanya laporan masyarakat dari Desa Legokchile, Desa Pantianom. Warga merasa resah dengan banyaknya PSK yang mangkal di warung remang-remang saat bulan suci Ramadan, sehingga mengganggu ibadah di bulan Ramadan.

Junaedi, 54, ketua RT 6 Desa Legokchile, Kecamatan Bojong, mengungkapkan bahwa PSK yang berada di Desa Legokchile, sebagian besar pindahan dari Lokalisasi Kebunsuwung yang telah ditutup Bupati Pekalongan pada awal Ramadan lalu.

Kini, para PSK tersebut kerap datang sejak sore hari dan mangkal di beberapa warung yang ada di Desa Legokchile. Bahkan, sebagian bergerombol di tepi sawah Desa Legokchile untuk menunggu pelanggan.

“Kami lapor ke Satpol PP karena merasa terganggu dengan adanya para PSK. Mereka ada yang mangkal di warung, namun sebagian besar di tepi sawah,” ungkap Junaedi.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kabupaten Pekalongan, Alif Nurfiyanto, mengatakan bahwa pihaknya telah menangkap 7 orang PSK yang beroperasi di Desa Legokchile, Desa Pantianom, Kecamatan Bojong dan Desa Sambiroto, Kecamatan Kajen. Adalah Linda Damayanti, 26, warga Desa Bandungan; Raiti, 24, warga Desa Watukumpul, Kabupaten Pemalang; Siti Wasiah, 24; Maysaroh, 24; Mufaro’ah, 25, warga Desa Legokchile; Mellyana,18, warga Desa Sumurjomblangbogo, Kecamatan Bojong; dan Casriyah, 26, warga Desa Mrican, Kecamatan Sragi, Kabupaten Batang.

Menurutnya, 7 PSK tersebut langsung dikirim ke Balai Rehabilitasi Sosial Provinsi Jateng di Surakarta, setelah sebelumnya diberi pembinaan di Kantor Satpol PP Kabupaten Pekalongan.

“Tujuh PSK tersebut langsung dikirim ke Balai Rehabilitasi Sosial Provinsi Jateng di Surakarta selama 6 bulan untuk dilakukan pembinaan. Di sana juga sudah ada 17 PSK yang kami kirim ke Balai Rehabilitas tersebut,” kata Alif Nurfiyanto.

Alif juga menegaskan bahwa pasca ditutupnya Lokalisasi Kebungsuwung oleh Bupati Pekalongan Amat Antono, pihak gencar melakukan operasi penyakit masyarakat, khususnya para PSK yang diduga berpindah operasi di tempat lain.

Menurutnya, saat operasi penyakit masyarakat berlangsung di Desa Legokchile, Desa Pantianom, Kecamatan Bojong dan Desa Sambiroto, Kecamatan Kajen, banyak PSK yang lari ke tengah sawah dan masuk ke kampung-kampung. Sehingga tidak sempat tertangkap.

“Sebelumnya Satpol PP menangkap 8 orang PSK, namun setelah diperiksa yang satu orang ternyata warga biasa yang bekerja sebagai tukang kredit. Sedangkan belasan lainnya sempat melarikan diri ke sawah dan masuk kampung, belum sempat tertangkap,” tegas Alif Nurfiyanto. (thd/ida)