Pantau Uji Kompetensi dari CCTV

196
PANTAU: Ketua pansel sekda, Windu Sunardi didampingi Kabag Humas Daryanto, anggota pansel Anjar Gunadi dan Agus Supriyanto memantau monitor yang menunjukkan ruangan tempat ujian sekda berlangsung kemarin. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)
PANTAU: Ketua pansel sekda, Windu Sunardi didampingi Kabag Humas Daryanto, anggota pansel Anjar Gunadi dan Agus Supriyanto memantau monitor yang menunjukkan ruangan tempat ujian sekda berlangsung kemarin. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)

DEMAK – Proses seleksi calon Sekda Demak terus berlangsung. Kemarin, enam calon sekda menjalani uji kompetensi yang rencananya berlangsung dua hari. Mereka adalah dr Singgih Setyono MMR (Plt Sekda), Afhan Noor (Kepala Dispendukcapil), Agus Nugroho LP (Kepala Dishubkominfo), AN Wahyudi (Asisten I Pemerintahan), Eko Pringgolaksito (Kepala Disperindagkop) dan Muchtar Lutfi (Kepala Disdikpora).

Pelaksanaan ujian berlangsung di ruang Staf Ahli Bupati Pemkab Demak. Yang menarik, dalam proses tes uji kompetensi itu, seluruh ruangan yang ditempati ujian dipasani CCTV. Dengan begitu, gerak gerik calon dapat diketahui secara gamblang melalui layar monitor yang tersedia diluar ruangan. Mereka juga tidak boleh bawa handphone (HP), laptop, wifi, dan sejenisnya. Bahkan, alat tulis pun disediakan oleh panitia.

Ketua pansel jabatan pratama sekda, Windu Sunardi mengatakan, dalam ujian dipandu langsung asesor dari Pemprov Jateng dan akademisi dari Untag Semarang. Materi ujian antara lain psikotes, tes potensi akademik, tes pengambilan kebijakan, tes pembagian tugas, manajemen strategis dan terkait lainnya. “Semua tekhnis kami serahkan semua kepada asesor. Itu otoritas dari tim Pemprov Jateng. Kami hanya memfasilitasi tempat ujian,” kata Windu, kemarin.

Sebelum ujian dimulai, Bupati Dachirin Said membuka acara. Ketua tim asesor dari Pemprov Jateng, Sukardi mengatakan, ada 9 personel yang diajak untuk seleksi ujian tersebut. Yaitu, 6 orang asesor, 1 orang psikolog, 1 orang administrator dan 1 orang bagian pelaporan. “Dua hari ini kami lakukan uji kompetensi manajerial. Pada intinya, calon sekda ini diuji melalui beberapa materi termasuk simulai jabatan, bagaimana memberikan naskah arahan penyelesaian dan lainnya,”katanya.

Dalam uji kompetensi adapula diskusi kelompok terkait pemerintahan serta wawancara untuk mendalami kompetensi calon sekda tersebut. Para calon sekda juga diberi tugas membuat makalah secara tertulis terkait Kabupaten Demak dalam mengatasi isu strategis dengan waktu yang terbatas hanya 2,5 jam. Makalah tersebut kemudian dipaparkan atau dipresentasikan. Setiap orang presentasi hanya 15 menit dan tanya jawab 30 menit.

Mereka pun akan mensimulasikan atau berperan sebagai kepala dinas. Karena itu, dalam asessment posisi calon sama semua. “Jadi, kita ingin mengetahui potensi calon sekda ini secara utuh, termasuk dalam tes psikologi,”kata Sukardi. Sukardi menambahkan, seleksi sekda sebelumnya dilaksanakan di Kabupaten Pekalongan, Blora dan Klaten. Karena itu, jadwal tes tidak bersamaan. “Sekali menguji ini butuh waktu satu Minggu,”katanya. (hib/fth)