Online Shop Harus Angkat Potensi Lokal

146
Achmad Zaky. (DOK)
Achmad Zaky. (DOK)

SEMARANG-Jual beli online harus menekankan penjualan untuk produk-produk lokal. Dengan begitu, potensi lokal akan memiliki pasar yang lebih luas, karena hanya daerah penjual saja yang punya produk tersebut.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo kepada para pemilik lapak online dalam acara Kopi Darat (Kopdar) Komunitas Bukalapak.com di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Minggu (5/7) sore kemarin.

“Diferensiasi merupakan kunci marketing. Kalau jualannya bisa didapat di daerah lain, artinya persaingan pasar akan lebih ketat. Saya sendiri sangat mendukung jual beli online, karena semua orang bisa berbisnis. Hanya modal internet dan kamera untuk memotret produk, sudah bisa jualan dengan pasar di seluruh dunia. Labanya pun bisa lebih banyak, karena pengeluarannya hanya untuk biaya pengiriman. Itu pun seringnya dibebankan pada pembeli,” kata Gubernur Ganjar.

Ganjar menuturkan, penjual harus pede. Jangan cengeng. Dia bercerita, banyak orang yang mengeluh dan enggan menerjuni online shop lantaran tiga hal. Yakni, minder, bingung, dan lemah. “Kalau takut-takut, mana bisa sukses. Jualan itu berangkat dari keyakinan. Yakin produknya bagus, dan bikin konsumen klepek-klepek dengan apa yang ditawarkan. Bisnis itu kan juga butuh kepercayaan publik,” ujarnya.

Online shop kini mendapat perhatian dari PT Pos Indonesia sebagai jasa pengiriman barang. Bahkan berani memberikan pelayanan khusus bagi penjual online dengan diskon biaya pengiriman hingga 20 persen. Barang yang akan dikirimkan pun akan dijemput oleh pihak PT Pos agar pengirim tidak perlu tiap hari bolak-balik kantor pos.

“Kami membuka pelayanan yang dinamakan Agen Pos. Siapa saja boleh menjadi Agen Pos asal memenuhi kriteria. Seperti tempat, perangkat komputer lengkap dengan printer, dan modem untuk mengakses internet. Keuntungannya, Agen Pos berhak mendapatkan diskon hingga 20 persen dari setiap ongkos kirim dan paketnya akan kami jemput,” papar Kepala Kantor Pos Semarang KM Amran.

CEO sekaligus Founder bukalapak.com, Achmad Zaky mengaku, bisnis online tidak hanya merebak di Indonesia, tapi juga negara-negara berkembang lainnya. Salah satunya Tiongkok. Ketika bertandang ke Tiongkok, Zaky mengaku sangat takjub dengan profesionalisme penjual online di sana.

“Hampir 100 persen mereka fokus dengan jualannya. Jadi, lapak online sudah dianggap satu-satunya profesi. Kalau di sini kan masih sebagai sambilan. Jadi di Tiongkok, penjual online sudah punya paling tidak lima karyawan. Artinya, jika dikerjakan secara profesional, jual beli online bisa jadi salah satu mata pencaharian yang bisa menghidupi keluarga,” tegasnya.

Zaky menjelaskan, bukalapak.com sendiri dirintis sejak 2010, kini pengunjung per hari mencapai Rp 1,5 juta- Rp 2 juta orang dengan transaksi mencapai Rp 5 miliar – Rp 6 miliar. Padahal saat setahun dirintis, pengunjung jual beli online ini hanya 15 ribu orang.
“Sekarang tercatat sedikitnya sudah ada 270 ribu lapak. Kami memang lebih memberdayakan para UMKM. Mereka kami berikan trainning supaya berjualan lewat internet. Kami juga kerap mengadakan kopdar reseller bukalapak seperti sore ini (kemarin, red),” ujar pria asli Sragen yang alumnus Teknik Informatika ITB Bandung ini. (amh/ida)