M. Farchan. (dok)
M. Farchan. (dok)

BALAI KOTA – Subterminal Sendowo yang ada di kawasan Pasar Johar akan dihidupkan kembali. Rencana tersebut sebagai upaya untuk mendukung dan memudahkan akses pengunjung ke arah Pasar Johar.

Kabid Perencanaan Pembangunan Infrastruktur Bappeda Kota Semarang, M. Farchan mengatakan, lahan eks subterminal Sendowo akan dihidupkan sebagai terminal angkot maupun bus. Selain mendukung dan memudahkan pengunjung, dengan adanya Terminal Sendowo, bisa digunakan sebagai instrumen menghidupkan kawasan sekitarnya sekaligus bisa meminimalisir persoalan lalu litas.

”Ke depan, bila memunginkan, lahan eks subterminal Sendowo akan dihidupkan sebagai terminal angkot maupun bus. Kota Lama juga lokasinya berada tepat di antara Pasar Johar dan Kota Lama. Nantinya, angkot dan bus Trans Semarang juga bisa disinggahkan ke subterminal Sendowo. Tidak boleh ada yang berhenti di jalan depan Pasar Johar,” katanya, kemarin.

Selain membangun Pasar Johar, Pemkot Semarang juga akan menata kawasan sekitar. Di antaranya menambah ruang terbuka hijau dengan memanfaatkan lahan di depan Masjid Besar Kauman. Sehingga bisa membuka wajah dan wibawa masjid. ”Selain itu harus ada penanganan drainase kawasan, masalah perparkiran, penanganan sampah, penanganan air limbah, penyediaan air bersih, dan tentunya proteksi kebakaran,” tegasnya.

Pihaknya menambahkan, terkait bangunan bangunan baru Pasar Johar nantinya diharapkan mampu menampung seluruh pedagang yang ada tanpa terkecuali PKL dan dasaran terbuka. ”Keberadaan pedagang harus diperlakukan secara adil melalui musyawarah dan peraturan yang disepakati. Maka untuk itu kami mewacanakan pembangunan pasar bertingkat, agar bisa menampung seluruh pedagang,” tegasnya.

Kepala Dinas Pasar Kota Semarang Trijoto Sardjoko mengatakan akan melakukan sosialisasi terkait rencana pembangunan pasar sementara di MAJT maupun pembangunan Pasar Johar pada 8-11 Juli nanti. Pihaknya menargetkan pertengahan Agustus sudah dimulai proses dan pada Desember nanti, pedagang bisa direlokasi ke MAJT. ”Total kami akan bangun 4.808 lapak, dengan dua tipe. Kami berharap Desember tahun ini, semua pedagang di Pasar Johar bisa pindah ke pasar sementara,” tegasnya.

Sementara, anggota Komisi B DPRD Kota Semarang Ari Purbono mengatakan akan melibatkan masyarakat dalam upaya pembangunan Pasar Johar. Nantinya, Pemerintah Kota Semarang bersama DPRD ingin mendengar masukan dari masyarakat, khususnya pedagang dalam pembahasan rencana pembangunan kembali Pasar Johar.

”Diharapkan masukan ini nantinya bisa menjadi bahan bagi pemerintah untuk rencana pembangunan ke depan,” pungkasnya. (mha/zal/ce1)