Dua Titik Jalan Pantura Rawan Kemacetan

212
JALUR ALTERNATIF: Jalur alternatif Sigandu Batang sedang diperbaiki, untuk mengantisipasi kemacetan dalam Kota Batang, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
JALUR ALTERNATIF: Jalur alternatif Sigandu Batang sedang diperbaiki, untuk mengantisipasi kemacetan dalam Kota Batang, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG–Meski beragam persiapan untuk menyambut kedatangan arus mudik pada Lebaran 2015 ini, masih ada dua titik jalan yang berpotensi mengalami kemacetan. Yakni, pada perempatan Jalan Jenderal Sudirman atau lampu merah Alun-Alun Batang dan perempatan lampu merah Kalisari RSUD Batang Jalan Soetomo. Diperkirakan, puncaknya pada H-3 dan H+1 menjelang Lebaran.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Batang, Suharyanto, menjelaskan bahwa pihaknya sudah menyiapkan dua jalur alternatif pada perempatan Jalan Jenderal Sudirman dan perempatan Kalisari RSUD Batang. “Kami siapkan jalur untuk mengantisipasi kemacetan dalam kota yang memang terlalu sering terjadi,” katanya.

Menurutnya pada perempatan Kalisari RSUD Batang, berpotensi macet karena ada aktivitas pasar darurat. Sehingga lalu lintas dari arah selatan atau dari Dr Sutomo ke pantura diprediksi cukup padat dan sulit dilalui oleh pemudik. Karena itu, pemudik akan diarahkan ke timur.

“Kalau terjadi antrean panjang dari arah barat, Dishubkominfo telah menyiapkan jalur alternatif melalui Jalan Letjen Suprapto atau GOR Sarengat, tembus ke Jalan Mayjend Sutoyo,” jelas Suharyanto.

Demikian juga, kata Suharyanto, pengendara yang akan melewati Jalan Yos Sudarso terus ke timur dan keluar ke pantura Sambong melalui Jalan Sultan Agung. “Meski Jalan Sultan Agung saat ini tengah dibangun, pada pertengahan Juli sudah selesai,” tuturnya.

Dijelaskan, jalur alternatif pada sisi utara Kota Batang, melalui jalan alternatif Kota Pekalongan Jalan Seruni hingga Desa Denasri, Batang, kemungkinan akan dialihkan melalui ke Desa Sigandu dan tembus ke Ujungnegoro melalui jalan baru yang baru dibangun oleh PT PBI.
”Kalau izin dari PT BPI disetujui, maka kendaraan pribadi bisa dialihkan melalui jalur alternatif yang panjang, termasuk melintasi Jalan Sigandu-Ujungnegoro,” tandas Suharyanto.

Sedangkan Ramelan, 34, warga Desa Denasri, Kecamatan Batang, mengungkapkan bahwa di Kabupaten Batang minim rambu penunjuk arah dan rambu-rambu lalu lintas lainnya. Dia khawatir, para pemudik yang ke Batang melalui Kota Pekalongan, lewat jalur utara akan kesulitan, jika tidak dibantu rambu penunjuk arah. Dishubkominfo Batang harus menambah rambu penunjuk arah yang jelas. Terutama, jika pemudik dari Jalan Seruni akan dialihkan ke Desa Sigandu.

“Jalan baru Sigandu ke Ujungnegoro memang bisa dimanfaatkan pemudik. Dan PT BPI harus mengiizinkan jalan tersebut dilalui pemudik. Dishubkominfo juga harus memberikan petunjuk arah yang jelas, dan tidak membingungkan pemudik,” ungkap Ramelan. (thd/ida)