JEMBATAN DARURAT : Masyarakat melewati jembatan darurat, yang letaknya di sebelah jembatan ambles di Desa Kalibeluk, Kabupaten Batang dan Dukuh Kanyaran, Desa Duwet, Kota Pekalongan, kemarin. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
JEMBATAN DARURAT : Masyarakat melewati jembatan darurat, yang letaknya di sebelah jembatan ambles di Desa Kalibeluk, Kabupaten Batang dan Dukuh Kanyaran, Desa Duwet, Kota Pekalongan, kemarin. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)

BATANG – Perbaikan jembatan Anjir di Desa Kalibeluk yang menghubungkan Kabupaten Batang dan Kota Pekalongan dipastikan belum selesai dalam waktu dekat. Sehingga jembatan tersebut tidak mungkin dilalui oleh pemudik. Karena itu, dalam arus mudik Lebaran tahun ini, para pemudik harus melalui jembatan darurat, yang disediakan oleh pihak rekanan.

Namun sangat disesalkan jembatan darurat tersebut sangat kecil dan sulit untuk dilalui kendaraan roda empat. Sehingga perlakuan buka tutup untuk melalui jembatan tersebut, sering menimbulkan kemacetan panjang.

Lilik Suryana, 42, warga Desa Warungasem, Batang, yang bekerja di Jakarta, Jumat (3/7) saat melintas mengungkapan jika pihak rekanan tidak memperbaiki jembatan darurat tersebut, akan terjadi kemacetan panjang. Dia meminta jembatan dibuat lebih lebar sehingga kendaraan bisa berpapasan.

Menurutnya pihak rekanan tidak mempunyai niat baik dengan membuat jembatan darurat yang lebih layak untuk dilalui kendaraan bermotor. Karena pada sisi jembatan darurat hanya diberi pembatas dengan tali rafia. Sehingga rawan bagi kendaraan bermotor untuk tercebur ke sungai Kalibeluk.

Pelaksana proyek perbaikan jembatan di Desa Kalibeluk, Kabupaten Batang dan Dukuh Kanyaran, Desa Duwet, Kota Pekalongan, Bambang, mengatakan bahwa pihaknya sudah memperbaiki jembatan darurat yang dibuat warga karena lapuk. Menurutnya jembatan tersebut adalah jembatan satu-satunya yang harus dilalui pemudik, jika terjadi kemacetan di jalur pantura Batang. Namun tidak semua kendaraan bisa lewat, khususnya truk karena jembatan darurat bisa ambles jika dilalui truk. ”Untuk arus mudik dan arus balik Lebaran, perbaikan jembatan belum selesai. Jadi, belum dapat digunakan, dan jembatan darurat ini yang harus dilalui,” katanya.

Sementara itu, Kabid Pengendalian Pembangunan (Dalbang) Setda Batang, Ari Yudianto, menegaskan bahwa Pemkab telah meminta seluruh rekanan yang menang dalam proyek, untuk menandatangani pakta integritas.

Menurutnya pakta integritas berisi mereka harus melaksanakan proyek dengan tepat waktu, mutu dan administrasi. ”Untuk perbaikan jembatan ambles Desa Kalibeluk, Kabupaten Batang dan Dukuh Kanyaran, Desa Duwet, Kota Pekalongan saat ini sedang dikerjakan, pemudik harus melalui jembatan darurat. Kami juga akan memberikan sanksi jika mutu dan kualitas jembatan tersebut tidak sesuai anggaran,” tegasnya. (thd/ric)