Sekolah Patok Kain Seragam Rp 1,2 Juta

258
Kepala Dinas Pendidikan Kendal, Muryono. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Kepala Dinas Pendidikan Kendal, Muryono. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Sejumlah orang tua siswa di Kendal mengeluhkan mahalnya penerimaan peserta didik baru (PPDB). Sebab, banyak sekolah yang mewajibkan pembelian seragam sekolah dengan harga tinggi. Besarnya harga kain seragam sekolah berkisar Rp 500 ribu sampai Rp 1,2 juta. Dengan membayar uang tersebut, siswa mendapatkan empat kain seragam. Yakni dua seragam osis, satu seragam pramuka, dan satu seragam ciri khas sekolah berikut atributnya.

Sejumlah orangtua siswa mengaku sangat keberatan. Karena dengan uang sebanyak itu, para orang tua masih harus membayar biaya ongkos jahit seragam, yang lebih kurang besarannya sama dengan harga kain perpotongnya. “Seragam diwajibkan beli dari koperasi sekolah. Alasannya kalau dibebaskan beli seragam dari diluar sekolah akan berbeda-beda dengan ketentuan seragam yang sudah ditetapkan sekolah,” kata salah orang tua siswa Rukamto, 36, warga Kaliwungu, Jumat (3/7).

Rukamto mengaku mendaftarkan anaknya ke salah satu SMP favorit negeri di Kendal. Ia mengaku untuk empat jenis seragam sekolah, ia harus membayar sebesar Rp 890 ribu. “Ya memang sangat mahal, tapi mau gimana lagi sudah seperti itu ketentuan sekolahnya,” keluhnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal Muryono melarang seluruh sekolah untuk mewajibkan kepada orang tua siswa untuk membeli seragam baru. Sebab menurutnya, seragam baru bukan kewajiban orang tua untuk membelinya dari koperasi sekolah setempat.

Muryono mengatakan, orang tua diberikan kebebasan untuk membeli seragam sekolah anaknya dari manapun. “Dalam hal ini tidak harus dari sekolah, karena seragam Osis dan Pramuka itu seluruh Indonesia sama, tidak ada yang berbeda, karena itu sudah standar nasional,” katanya.
Jika ada baju bekas milik kakak kelasnya hal itu lebih baik. Sehingga jangan sampai menimbulkan kesan sekolah wajib itu mahal kepada orang tua siswa. “Jadi jika ada sekolah yang mewajibkan seragam sekolah kepada siswanya, segera laporkan kepada kami dan segera akan kami beri peringatan,” tambahnya.

Perihal seragam yang disediakan pihak koperasi sekolah tidak harus diambil dan siswa baru bisa menggunakan seragam lama atau seragam milik kakaknya. Dalam waktu dekat pihaknya akan memberikan surat edaran kepada sekolah-sekolah perihal larangan kewajiban membeli seragam sekoah. “Kasian orang yang tidak mampu jika harus dibebankan biaya seragam yang terlalu mahal,” tambahnya. (bud/fth)