Beras Bulog Masih Layak Konsumsi

297
SIDAK : Anggota Komisi B DPRD Jateng saat melakukan pengecekan terhadap kondisi beras-beras di gudang Bulog Sumberejo, Kaliwungu, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIDAK : Anggota Komisi B DPRD Jateng saat melakukan pengecekan terhadap kondisi beras-beras di gudang Bulog Sumberejo, Kaliwungu, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL — Komisi B DPRD Jateng memastikan ketersediaan stok beras di gudang Bulog Sumberejo, Kecamatan Kaliwungu tercukupi. Hal itu untuk memastikan tidak adanya kelangkaan beras dan kenaikan harga beras yang menjulang tinggi menjelang lebaran 2015.

Kemarin, anggota Komisi B melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang Bulog Sumberejo, Kecamatan Kaliwungu. Sidak dilakukan untuk memastikan ketersediaan beras yang ada layak dikonsumsi. “Kunjungan kami ke gudang Bulog Sumberejo untuk memastikan kondisi stok beras masih tersimpan dan dalam kondisi cukup selama bulan depan. Selain itu memastikan kondisi beras yang ada di Bulog harus layak konsumsi,” ujar Wakil Ketua Komisi B DPRD Jateng, Yudhi Sancoyo, Kamis (2/7).

Diakuinya, beras-beras yang tersimpan di gudang Bulog Sumberejo kondisinya masih baik dan layak konsumsi. Beras yang saat ini ada di gudang tersebut masuk pada Maret, sehingga belum ada satu tahun tersimpan sehingga masih layak konsumsi.

Menurutnya, kondisi beras mulai mengalami perubahan warna dan kualitasnya setelah tersimpan lebih dari sepuluh bulan. “Kendalanya jika tersimpan lebih dari 10 bulan, beras pasti sudah berubah warna dan kualitasnya mengalami penurunan. Makanya, kami sarankan agar beras disimpan dalam gudang paling lama enam bulan, setelah itu harus keluar semua,” lanjutnya.

Rombongan Komisi B secara langsung melakukan pengecekan terhadap kondisi beras. Yakni dengan mengambil sampel dari sejumlah karung beras yang berbeda. “Ya, kami cek dengan cara ambil sampel beras yang ada dari sejumlah karung. Sebelumnya, kami juga melakukan diskusi terkait beras dengan Bulog setempat,” paparnya.

Pihaknya juga meminta Bulog supaya turut serta menjaga kestabilan harga beras di bulan Ramadan dan menjelang Lebaran. “Permintaan beras di bulan Ramadan dan menjelang Lebaran meningkat. Jadi, jangan sampai ada peningkatan harga yang melejit atau tidak wajar,” terangnya.

Sementara Wakil Kepala Bulog Divre Jateng, Arwakhudin Widiarso mengatakan, pasokan beras yang tersimpan di gudang tersebut masih aman dan bisa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat untuk empat bulan ke depan. Beras-beras tersebut berasal dari Demak dan Grobogan. “Stok yang ada saat ini sekitar 3.036 ton beras dan cukup untuk empat bulan ke depan,” tandasnya. (bud/ric)