Angkat Wisata Sejarah, Budaya dan Religi

294
NGURI-URI BUDAYA JAWA: Sejumlah koleksi wayang dalang Ki Enthus Susmono yang dipajang di Rumah Wayang menjadi salah satu andalan wisata. (Nurul Pratidina/Jawa Pos Radar Semarang)
NGURI-URI BUDAYA JAWA: Sejumlah koleksi wayang dalang Ki Enthus Susmono yang dipajang di Rumah Wayang menjadi salah satu andalan wisata. (Nurul Pratidina/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Berbagai potensi wisata budaya, sejarah serta religi di Jawa Tengah terus digali. Pengelolaan yang baik diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan untuk berkunjung ke provinsi ini.

Museum Semedo di Kabupaten Tegal, salah satunya. Destinasi wisata ini diklaim setidaknya memiliki lebih dari 3.000 fosil. Mulai dari fosil karang laut, kerbau, buaya, gajah terkecil hingga penemuan fosil homo erectus. ”Salah satu yang diunggulkan dari museum ini adalah adanya penemuan fosil homo erectus yang dinilai lebih komplet dibanding dengan penemuan fosil yang ada di Museum Sangiran,” ujar Kasi Sejarah Purbakala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tegal, Jamroni.

Hingga saat ini, ucapnya, musem yang terletak di Desa Semedo ini masih dalam tahap pengembangan. ”Karena banyak terdapat situs langka, ke depan rencananya akan dikembangkan dengan konsep museum internasional,” ujarnya.

Selain wisata sejarah, para tokoh dari daerah ini juga terus berupaya memelopori kecintaan warga terhadap budaya setempat. Salah satunya dengan didirikannya Rumah Wayang oleh Bupati Tegal yang juga seorang dalang, Ki Enthus Susmono.

Setidaknya ada lebih dari 500 koleksi yang disimpan dalam rumah yang berbentuk joglo ini. Mulai dari wayang kulit, wayang klithik, hingga wayang golek cepak khas Tegal. Diorama perang Baratayudha serta kisah Ramayana menjadi salah satu koleksi yang menarik.

Di rumah wayang ini, pemilik juga menampilkan berbagai kisah-kisah pewayangan yang memberikan tuntunan dalam hidup, bercerita tentang kebaikan serta keburukan. Tak hanya melalui wayang-wayang klasik, ada juga superhero seperti Spiderman, dan Superman yang dituangkan dalam bentuk wayang. (dna/ric/ce1)