Selewengkan Raskin, Warga Tuntut Perangkat Desa Dipecat

196
UNJUK RASA: Ratusan warga Desa Tugu, Kecamatan Sayung berunjukrasa raskin di depan Pendopo Kabupaten, kemarin. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)
UNJUK RASA: Ratusan warga Desa Tugu, Kecamatan Sayung berunjukrasa raskin di depan Pendopo Kabupaten, kemarin. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)
UNJUK RASA: Ratusan warga Desa Tugu, Kecamatan Sayung berunjukrasa raskin di depan Pendopo Kabupaten, kemarin. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)

DEMAK – Ratusan warga Desa Tugu, Kecamatan Sayung kemarin melakukan aksi unjukrasa di depan Pendopo Kabupaten Demak. Mereka menuntut salah satu oknum perangkat desa (kepala dusun) desa tersebut diberhentikan lantaran diduga telah terjadi penyelewengan dalam penyaluran beras untuk orang miskin (raskin) dan bantuan langsung tunai (BLT).

Koordinator lapangan (korlap), Ali Maskhan mengungkapkan, pihaknya mengadukan masalah tersebut agar ditangani pihak berwajib. “Ini perlu dilakukan karena distribusi raskin tidak transparan,” katanya, kemarin.

Ia menambahkan, penerimaan raskin Desa Tugu setiap periode sebanyak 2.925 kilogram. Raskin tersebut dibagi untuk 465 kepala keluarga (KK). Dengan rincian per KK terima 5 kilogram. Karena itu, jumlah yang disalurkan mencapai 2.625 kilogram. “Disinilah terjadi selisih antara penerimaan dan pembagian raskin itu. Yaitu, 2.925 kilogram dikurangi 2.625 kilogram berarti masih ada sisa 600 kilogram. Adanya selisih 600 kilogram ini diduga dijual untuk kepentingan pribadi kadus,” imbuhnya.

Mestinya, jika tidak dibagi merata, warga miskin yang berhak bisa dapat 15 kilogram per KK. Terkait dengan dana BLT, diduga dipotong Rp 10 ribu per KK dengan alasan untuk transport angkut dengan menggunakan truk. BLT dibagi untuk 465 KK. Selain itu dipotong Rp 100 hingga Rp 150 ribu dengan dalih untuk pemerataan. Warga yang tidak mau dipotong uangnya, akan dicoret dari daftar penerima. “Intinya, tidak transparan,” tambahnya.

Dalam aksi demo, perwakilan warga diterima langsung Kabag Perekonomian Pemkab Demak, Suhasbukit. Dia menuturkan, pihaknya berharap raskin di Desa Tugu tersebut bisa diselesaikan dengan baik sehingga penyaluran dikemudian hari bisa lebih baik lagi. “Kita berharap, bisa tepat sasaran. Ini semua untuk pelajaran,”katanya.

Berdasarkan data yang ada di Desa Tugu ada 789 rumah tangga sasaran (RTS). Sedeangkan, raskin yang disalurkan ada 11.835 kilogram dan dibagi untuk setiap dukuh yang ada. Data tersebut pun belum ada perubahan. “Kita kawal bersama,” tambahnya. (hib/fth)