BANTU WARGA: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat membantu memberikan sembako murah kepada warga yang membawa kupon di halaman Balai Kota Semarang, kemarin. (Humas for Jawa Pos Radar Semarang)
BANTU WARGA: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat membantu memberikan sembako murah kepada warga yang membawa kupon di halaman Balai Kota Semarang, kemarin. (Humas for Jawa Pos Radar Semarang)

BALAI KOTA – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi berharap Pasar Murah Ramadan yang digelar selama dua hari, Rabu-Kamis (1-2/7) ini, bisa mengurangi beban masyarakat, utamanya dari golongan kurang mampu dalam menghadapi Ramadan dan Lebaran. Mengingat jelang Lebaran harga kebutuhan bahan pokok selalu melambung.

Sebanyak 5.175 paket sembako murah disediakan pada Pasar Murah Ramadan yang digelar Pemkot Semarang di halaman Balai Kota dan SMA Negeri 3. Dibuka langsung oleh Wali Kota Hendrar Prihadi, pasar murah ini dilakukan sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab dari Pemkot Semarang terhadap pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Diikuti oleh 214 stan, pasar murah ini menyediakan aneka kebutuhan masyarakat dengan harga yang relatif murah. Sebanyak 5.175 paket sembako seharga Rp 100 ribu disubsidi sebesar Rp 50 ribu dengan sistem kupon kepada masyarakat yang membutuhkan. Paket tersebut berisi 5 kg beras, 2 kg gula pasir, dan 2 liter minyak goreng. Paket sembako ini merupakan bantuan dan subsidi dari pelaku usaha BUMN, perbankan, perusda dan asosiasi industri dan perdagangan. Pembukaan dilakukan simbolis oleh Wali Kota Hendrar Prihadi dengan menerbangkan puluhan balon, di mana di dalamnya terdapat berbagai voucher nominal rupiah hingga Rp 500 ribu.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, pihaknya sangat apresiasi kegiatan seperti ini dilakukan setiap tahunnya. Dengan kegiatan pasar murah setidaknya bisa membantu warga Kota Semarang khususnya dari kalangan menengah ke bawah dalam memenuhi kebutuhan jelang Lebaran.

”Pasar murah Ramadan ini untuk membantu saudara-saudara kita di dalam menyiapkan Lebaran maupun Ramadan. Di mana saat itu kebutuhan pokok mengalami peningkatan permintaan menjadikan harga sembako juga ikut naik,” ungkap wali kota.

Pihaknya berharap agar kegiatan seperti ini jangan hanya dilakukan selama event ini berlangsung, namun tetap terus dilakukan melalui kegiatan-kegiatan sosial lainnya, seperti baksos, pasar murah, dan lainnya.

”Saya berharap agar para stakeholder dan pengusaha terus meningkatkan kebersamaan dan kerja sama seperti ini, yang nantinya akan bisa membuat masyarakat merasa lebih adem dan ayem, karena meskipun ada kenaikan harga sembako, mereka masih bisa mendapatkan sembako dengan harga murah dan terjangkau,” tandasnya.

Peserta bazar terdiri atas UKM masyarakat dan UKM binaan dari BUMN yang menyediakan aneka kebutuhan mulai dari sayur-mayur, camilan, masakan matang, busana kerja, perlengkapan rumah tangga serta perlengkapan ibadah. (zal/aro/ce1)