SEPI : Hanya beberapa nelayan yang masih melaut dan membongkar hasil tangkapan ikan di TPI Wonokerto. Selebihnya memilih tidak melaut untuk persiapan Lebaran. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEPI : Hanya beberapa nelayan yang masih melaut dan membongkar hasil tangkapan ikan di TPI Wonokerto. Selebihnya memilih tidak melaut untuk persiapan Lebaran. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN-Dua minggu menjelang Lebaran tiba, harga ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, naik lebih dari 20 persen dari hari biasa. Naiknya beberapa jenis harga ikan, karena tingginya permintaan. Sedangkan pasokan ikan di TPI Wonokerto terus merosot.

Seperti harga ikan teri dari semula Rp 80 ribu per basketnya, kini naik menjadi Rp 110 ribu. Demikian juga dengan ikan kembung dari Rp 410 ribu per basketnya naik menjadi Rp 480 ribu. Sedangkan ikan tongkol dari Rp 615 ribu naik menjadi Rp 781 ribu per basketnya.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Kabupaten Pekalongan, Wiranto, Rabu (1/7) kemarin, mengungkapkan bahwa ratusan kapal nelayan dengan kapasitas di atas 30 grosston, sudah sepekan ini tidak melaut hingga setelah Lebaran.

“Para nelayan ingin berlebaran dengan keluarga di rumah. Sedangkan kenaikan harga ikan hanya berlangsung selama dua minggu ini saja. Setelah itu, akan kembali normal, seiring dengan rendahnya permintaan,” katanya.

Selain itu, imbuhnya, saat ini sedang musim terang bulan. Jika bulan purnama dan cuaca sangat terang di laut, maka mencari ikan untuk ditangkap sangat sulit karena ikan tidak ada yang mendekati permukaan. “Cuaca terang bulan seperti ini, berlangsung selama dua pekan,” ungkap Wiranto.

Wiranto memastikan, kenaikan harga ikan menjelang Lebaran hanya berlangsung hingga lebaran usai. Setelah itu, harga ikan akan kembali turun, seperti harga semula. Menurutnya meski harga ikan naik lebih dari 20 persen, tapi kenaikan tersebut tidak sebanding dengan biaya operasional menjelang Lebaran.

“Jika melaut menjelang Lebaran seperti ini, biaya operasional naik dua kali lipat. Jadi lebih baik berlibur di rumah dengan kekuarga, meski harga ikan naik,” kata Wiranto.

Sementara itu, Pengelola TPI Wonokerto, Nur Afandi, menandaskan sejak harga ikan naik terus, pasokan ikan dari nelayan sedikit. Bahkan, kegiatan lelang berlangsung tidak lebih dari satu jam saja.

“Biasanya bisa mencapai 900 kilogram ikan sehari, sekarang tak lebih dari 150 kilogram ikan yang dilelang dalam sehari,” tandas Afandi saat ditemui di TPI Wonokerto, kemarin. (thd/ida)