GELAR PERKARA : Pelaku penjambretan, Zaenal Afidin, 29, warga Desa Banyuringin RT 05 RW 03, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, dan barang bukti dalam gelar perkara, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GELAR PERKARA : Pelaku penjambretan, Zaenal Afidin, 29, warga Desa Banyuringin RT 05 RW 03, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, dan barang bukti dalam gelar perkara, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG-Pupus sudah harapan Zaenal Afidin, 29, warga Desa Banyuringin RT 05 RW 03, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, untuk berlebaran bersama keluarganya di rumah. Pasalnya, sejak Rabu (1/7) kemarin, Zaenal ditetapkan sebagai tersangka dan harus menginap di tahanan Mapolres Batang, setelah tepergok menjambret seorang anak kecil.

Kejadian tersebut bermula saat Zaenal melintas di jalan kampung Dukuh Baron, Desa Purbo, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang. Saat itu dirinya melihat dua anak kecil Anita, 8, dan Dewi, 9, sedang bermain di tempat sepi. Salah satu anak kecil tersebut bernama Dewi, memakai kalung emas yang cukup besar.

Tergiur dengan kalung yang dipakai Dewi, Zaenal pun memutar balik kendaraan Yamaha Jupiter yang dikendarainya. Sesampai di tempat kedua anak tersebut bermain, Zaenal pura-pura menanyakan alamat rumah atas nama Yuli kepada Dewi. Karena tidak tahu alamat yang dimaksud, Dewi bocah 9 tahun itu menjawab tidak tahu.

Ketika menjawab tidak tahu tersebut, Zaenal spontan menjambret kalung emas 2,6 gram seharga Rp 1,6 juta dari leher Dewi. Kalung tersebut putus dan Dewi terjatuh. Sontak, Dewi pun menangis sambil berteriak kalau kalungnya dijambret orang tak dikenal. Mendengar teriakan anak kecil tersebut, warga yang berada di sekitar kejadian, langsung mengejar Zaenal yang menggunakan motor tak berplat nomor.

Karena tidak tahu jalan di kampung Desa Purbo, Zaenal akhirnya berhasil ditangkap dan dijadikan bulan-bulanan massa. Beruntung ibu korban langsung menghubungi Polsek Bawang, sehingga nyawa Zaenal sempat tertolong.

Ketika diperiksa di Mapolres Batang, Zaenal mengaku bingung tidak punya uang, sedangkan anak dan isterinya selalu merengek minta dibelikan pakaian dan kebutuhan rumah lainnya. Rencananya hasil menjabret tersebut akan dijual dan uangnya diserahkan ke isterinya untuk kebutuhan Lebaran. “Sudah tiga bulan ini menganggur. Jadi, ketika melihat ada anak kecil memakai kalung yang cukup besar, maka saya menjabret secara spontan,” kilah Zaenal.

Sutikno, 46, warga Dukuh Baron, Desa Purbo, Kecamatan Bawang, saksi yang ikut menangkap pelaku penjabret tersebut mengatakan bahwa sebelumnya telah curiga dengan pelaku ketika melintas di jalan kampung. Karena telah beberapa kali melintas di jalan tersebut, tanpa arah dan tujuan jelas hendak pergi kemana. “Begitu kami mendengar suara teriakan maling dari ibu korban, saya langsung mengejar dengan motor,” kata Sutikno.

Sementara itu, Kapolres Batang, AKBP Joko Setiono, menegaskan atas perbuatannya, pelaku dikenai Pasal 365 KUHP tentang pencurian dan kekerasan dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara. (thd/ida)