TREND SETTER: Komedian Caisar saat memberikan inspirasi kepada jamaah di Kampung Tobat Santrendelik, usai Tarawih kemarin. (FOTO: NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TREND SETTER: Komedian Caisar saat memberikan inspirasi kepada jamaah di Kampung Tobat Santrendelik, usai Tarawih kemarin. (FOTO: NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Pensiun dari goyang YKS yang begitu fenomenal, kini Caisar getol melakukan ’Goyang Tobat’. Seperti yang dilakoninya di Kampung Tobat Santrendelik, selepas tarawih, kemarin. Pria yang kerap muncul di layar kaca saban Ramadan, beberapa tahun lalu ini coba berbagi kisah tobat yang begitu inspiratif.

Malam itu, Caisar berkisah mengenai momentum-momentum yang membuatnya banting setir menjadi lebih religius. Dia bercerita bagaimana ketika mendapatkan hidayah hingga bertekat meninggalkan segala nikmat dunia yang sementara.

Baginya, harta yang didapat ketika sedang berada di titik tertinggi tidak ada apa-apanya dibanding mendekatkan diri dengan Sang Pencipta. Pria yang dulu sempat menjadi tukang ojek ini memilih ’tobat’ dengan melakukan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

”Saya memutuskan untuk berhenti dari dunia layar kaca. Sudah saatnya mencari pahala. Mengartikan sebuah hidayah dan menjaganya. Pokoknya berjalan di jalan-Nya. Meski nanti akan diarahkan kembali ke dunia entertainment, Wallahu alam. Dari pokokke joget, ke pokokke halal,” ungkapnya.

Dalam acara bertajuk Nongkrong Tobat itu, Caisar banyak sharing mengenai kehidupan yang dilakoninya. Dinamika hidup itu dia sampaikan dalam kemasan yang penuh makna. Bahkan beberapa Tobaters (sebutan jamaah Santrendelik) merasa trenyuh sekaligus terinspirasi dengan kisah-kisah Caisar.

”Kerja buat dunia, agaknya kurang pas. Saya langsung kecewa begitu menyadari ketika dipaksa mengenakan busana Firaun, orang yang paling dilaknat Allah. Itu baju yang sering saya kenakan saat joget YKS. Ternyata mengumbar aurat ke mana-mana,” ucapnya.

Caisar yang biasanya tampil cengengesan, kini lebih kalem. Ketenangan menyelesaikan kalimat mengenai pengalaman hidupnya begitu kentara seolah telah menemukan kedamaian yang agaknya selama ini dicari-cari.

Dia pun menangkis jika dituding tobat latah di bulan Ramadan. Pasalnya, pendalaman religi Caisar sudah dilakoninya jauh sebelum puasa tiba. ”Ini bukan masalah sensasi. Dan bukan karena sudah tidak ada tanggapan on air. Justru saya memutuskan meninggalkan layar kaca setelah mendapatkan hidayah,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Caisar mengajak seluruh Tobaters untuk selalu menikmati berkah yang mungkin tidak terlalu wah. Semua rezeki patut disyukuri. Dengan begitu, hidup ini akan merasa serba kecukupan dan menemukan kedamaian. ”Cuma satu kata. Bersyukur. Itu kunci kenikmatan hidup ini,” pesannya.

Malam itu, Tobaters juga disuguhi lantunan musik-musik religi dalam beat pop rock besutan Biasa Saja dari Ikatan Remaja Masjid Baiturrahman (Ikamaba). (amh/zal/ce1)