SEMARANG – Hasil penerimaan siswa didik (PPD) SMP Negeri di Kota Semarang diumumkan, kini giliran sekolah swasta yang diserbu. Para calon siswa yang gagal diterima SMPN beramai-ramai mendaftar di sekolah swasta. Salah satu SMP swasta yang dibanjiri pendaftar adalah SMP Kesatrian 2 Semarang. Tercatat kemarin sudah sekitar 100 anak yang mengambil formulir pendaftaran.

”Totalnya ada 100 formulir yang diambil, hari ini (kemarin) saja bertambah 40 anak yang mengambil formulir,” ujar Humas SMP Kesatrian 2 Semarang, Ani Martha.

Setelah penutupan PPD online SMP Negeri, ia mengaku sudah ada sekitar 40 anak yang resmi mendaftar sebagai calon siswa SMP tersebut. Prediksinya akan semakin bertambah menjelang masuk tahun ajaran baru. ”Calon peserta didik mendaftar di sekolah swasta biasanya dilakukan karena tidak diterima di SMP Negeri dan persaingannya cukup ketat, limpahan biasanya dari pendaftar SMP N 1, 19, 30, 18, dan 16,” bebernya sambil menambahkan tahun ini sekolahnya akan menerima peserta didik baru sebanyak 252 anak.

Sementara itu, sejumlah SMA swasta di Kota Semarang tengah siap-siap melakukan tes bagi calon peserta didik baru. Salah satunya di SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang. Pihak sekolah tetap akan melakukan proses seleksi pada penerimaan peserta didik baru nanti. Hal itu disampaikan Ketua PPD SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang, Siti Mubarokah, saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang di sekolahnya.

Dikatakan Siti, ia memastikan saat usai pengumuman hasil PPD SMA/SMK negeri, sekolah swasta favorit bakal dibanjiri pendaftar. ”Kalau siswa berprestasi kami khususkan untuk siswa yang sudah mantap di sini dengan mendaftar sebelum PPD sekolah negeri dimulai. Tidak semua pendaftar langsung diterima, tetap akan ada proses seleksi dengan nilai unas (Ujian Nasional) dan nilai rapor,” tutur Siti kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (1/7).

Dengan daya tampung sebanyak 280 siswa, kini SMA Sultan Agung 1 Semarang masih memiliki kursi sekitar separonya, yakni sebanyak 140 siswa. Meski demikian gelombang untuk siswa berprestasi sudah ditutup, karena kuota sudah penuh.

Senada dengan Siti, meski mendapat limpahan ribuan pendaftar, namun tak serta-merta Yayasan Pendidikan Nasional Karangturi asal menerima siswa baru. Sekolah yang akan menempati gedung baru tersebut meski partikelir juga tetap menetapkan standar tertentu. ”Kami tentu tak asal menerima siswa. Mereka yang berkeinginan melanjutkan studi ke sekolah kami wajib memenuhi persyaratan yang diajukan,’ ’tutur Humas Yayasan Pendidikan Nasional Karangturi, Irawan Nirwanto.

Pada PPD 2015, sekolah yang terkenal menorehkan banyak prestasi ini, memiliki daya tampung bervariasi. Untuk jenjang SMP akan menerima siswa baru sebanyak 180 anak dan SMA sebanyak 272 siswa. Setiap tahun minat untuk bersekolah ke tempat ini tinggi. Demi menjaga mutu, mereka menerapkan seleksi ketat dalam menerima siswa baru.

”Tes seleksi kemampuan Matematika dan Bahasa Inggris menjadi yang utama. Melihat kemampuan Matematika siswa, akan dapat dilihat cara berpikir dan logika yang bersangkutan. Sedang Bahasa Inggris karena ini telah menjadi tuntutan di era global,” jelasnya.

Sekolah ini juga telah membuka pendaftaran jauh sebelum pelaksanaan PPD untuk siswa negeri. Dikatakan, kuota penerimaan siswa di sekolah ini sudah hampir terpenuhi. Adapun ketika mereka menerima siswa limpahan dari pendaftar di sekolah negeri, sifatnya hanya membantu.

Terpisah, Wakil Kepala Bagian Humas SMA Kesatrian 2, Andung Widana, menuturkan, pihaknya tetap memberlakukan seleksi untuk memilih siswa yang berhak mendapat bangku yang disediakan. Penguatan materi Bahasa Inggris diutamakan dalam menerima siswa baru.

”Sekolah kami dikenal memiliki program matrikulasi Bahasa Inggris. Ini yang juga menjadi salah satu penarik minat siswa. Untuk itu ketika masuk sekolah ini memang diasah untuk mendapat bekal bahasa internasional memadai,” katanya.

Sekolah ini membuka kuota sebanyak 250 siswa baru tahun ini. Meski begitu pemenuhan daya tampung tak terlalu sulit. Sebab, jauh hari telah dilaksanakan seleksi sebelum pembukaan PPD Kota Semarang.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin menyatakan, bagi siswa yang tak diterima di sekolah di negeri, maka pilihannya mendaftar ke swasta. ”Bagi calon peserta didik yang tidak diterima di sekolah negeri, dapat mengambil berkas pendaftaran di satuan pendidikan pada jam kerja setelah hasil seleksi diumumkan. Berkas ini yang akan dipergunakan mendaftar sekolah swasta,” ujarnya. (ewb/aro/ce1)