BOKS_Lebih Dekat dengan Pencipta Aplikasi ‘Sikep’_EKO BUDI 1web

INSPIRATIF: Ulfa Nur Af’ida dan aplikasi Sikep ciptaannya. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
INSPIRATIF: Ulfa Nur Af’ida dan aplikasi Sikep ciptaannya. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Berawal dari rasa lelahnya karena harus menjawab komplain dari ratusan karyawan dan dosen terkait alokasi dan pemotongan pajak pada gaji, Ulfa Nur Af’ida menciptakan sebuah aplikasi yang kini dapat menjawab secara otomatis seputar informasi perpajakan di Universitas PGRI Semarang (Upgris). Seperti apa?

EKO WAHYU BUDIYANTO, Karangtempel

KEMAJUAN teknologi kini kian pesat. Segala kebutuhan informasi dan akses pengiriman sudah bisa dijalankan hanya dengan menekan tombol ataupun duduk manis di depan komputer. Seperti halnya dunia perpajakan. Tidak semua orang yang bekerja di setiap instansi mengetahui besaran pajak dan alokasi pajak yang dipotong dari gajinya setiap bulan. Hal tersebutlah yang dilakukan oleh Ulfa Nur Af’ida. Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, ia menciptakan sebuah sistem dan aplikasi yang kini bisa dimanfaatkan secara bebas oleh dosen dan karyawan di lingkungan kampusnya.

Ulfa mengaku, membuat aplikasi perpajakan dilatarbelakangi oleh rasa lelahnya yang selalu menerima komplain saat pemotongan pajak pada gaji dosen dan karyawan di Universitas PGRI Semarang (Upgris).
Ulfa lalu membuat sebuah aplikasi dan sistem yang dinamakan Sikep atau Sistem Informasi Keuangan dan Pajak.

Ketika ditemui Jawa Pos Radar Semarang di ruang kerjanya, Ulfa yang menjabat staf keuangan Upgris ini membeberkan bagaimana sistem ciptaannya tersebut kini dapat bermanfaat.

”Awal pembuatan setelah melihat fakta yang ada di lapangan. Setiap akhir bulan setelah penerimaan gaji pasti ada komplain tentang pemotongan pajak. Akhirnya saya berpikir bagaimana caranya orang tidak usah bertanya, terus langsung bisa melihat dan paham,” kata Ulfa kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (1/7).

Sistem dan aplikasi pajak itu sendiri dibuat sejak April lalu. Sebenarnya sudah sejak lama Ulfa memiliki pemikiran tentang sebuah aplikasi yang berhubungan dengan pajak. Latar belakang Ulfa yang menyukai dunia IT (teknologi informasi), menjadi bekal untuk menciptakan aplikasi tersebut. Persoalan lain yang mendorong dirinya membuat sistem aplikasi tersebut adalah pemahaman seputar dunia pajak oleh karyawan Upgris yang kurang begitu bagus.

”Di Upgris kan tidak semua pegawai belum teredukasi tentang pajak dengan baik, maka saya harus menjelaskan satu per satu ketika mereka (karyawan) komplain seputar pemotongan pajak pada gaji mereka. Kalau hanya satu dua orang sih tidak apa-apa. Tetapi kalau ratusan orang, di situ kadang saya merasa lelah,” tuturnya.

Ulfa tidak menampik kenyataan jika aplikasi ciptaannya tersebut juga mendapat bantuan dari beberapa pihak. Antara lain, pusat pengendalian data dan komputer (Puskom) Upgris. Setelah alur sistem Sikep tercipta, ia lantas meminta Puskom untuk menyatukan dan membantu dirinya mengintegrasikan ke dalam sebuah aplikasi.

”Akhirnya saya buat alur aplikasinya dulu, kemudian diwujudkan menjadi aplikasi. Jadi, selain pemotongan pajak secara online, gaji juga bisa dilihat secara online. Kesulitan dalam pembuatan sendiri tidak ada, karena saya mengurusi pajak kan sudah sejak empat tahun lalu, ditambah latar belakang saya yang suka dengan dunia IT,” katanya.

Ketika membuka aplikasi tersebut, user akan langsung disuguhi sebuah beranda yang berisi menu-menu aplikasi seperti info gaji, rekap gaji tahunan, bonus, dan pajak. Namun ia mengakui, masih akan menambah butir menu di dalam sistem aplikasinya tersebut.

Sementara ini sistem dan aplikasi ciptaannya tersebut masih digunakan di lingkungan Upgris. Memang, aplikasi ini tidak dapat diunduh, karena hanya digunakan di dalam lingkungan internal Upgris. Namun sistem dan cara kerja aplikasi ini dapat menjadi referensi penting bagi perusahaan maupun instansi yang lain.

”Baru bisa digunakan di Upgris. Selama ini gaji kan masih manual, jadi karyawan ke bagian keuangan mengambil slip gaji dan tanda tangan. Aplikasi ini digunakan untuk gaji semua karyawan dan dosen. Kalau user sudah otomatis dibuatkan sama Puskom. Jadi, karyawan ataupun dosen yang memiliki NIP, NIDN otomatis memiliki user,” ujarnya.

Ke depan, Ulfa berkeinginan dalam Sikep tersebut dapat pula dihubungkan dengan sistem kepegawaian di Upgris. Sehingga user dapat melihat informasi tentang status kepegawaian seperti golongan, jabatan, dan masa kerja.

Karena dinilai inovatif, sistem dan aplikasi buatannya ini berhasil menjuarai lomba Diktendik Berprestasi Tingkat Kopertis Wilayah VI kategori Pengelola Keuangan Berprestasi 2015. Pada perlombaan tersebut aplikasi dan sistem buatan Ulfa dapat menyingkirkan para peserta lainnya dan memperoleh juara pertama. (*/aro/ce1)