Bajak Truk Bermuatan 30 Ton Gula

943
DIRINGKUS- Polisi menggiring dua tersangka pembajakan truk pengangkut gula yang berhasil ditangkap, kemarin. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

FT A (1)web

DIRINGKUS- Polisi menggiring dua tersangka pembajakan truk pengangkut gula yang berhasil ditangkap, kemarin. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
DIRINGKUS- Polisi menggiring dua tersangka pembajakan truk pengangkut gula yang berhasil ditangkap, kemarin. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

UNGARAN – Petugas gabungan Satlantas Polres Semarang dan Unit Patroli Jalan Raya Ditlantas Polda Jateng berhasil menangkap dua pelaku pembajakan truk bermuatan gula seberat 30 ton dari Cilegon, Jawa Barat dengan tujuan Surabaya, kemarin. Truk tronton bernopol B 9283 UEU berhasil disergap saat melintas Jalan Soekarno Hatta, tepatnya di tanjakan Merakmati, Bawen, Kabupaten Semarang.

Dalam penyergapan itu, petugas turut mengamankan dua pelakunya yang hendak membawa kabur truk tersebut. Yakni Margono Putro, 40, warga Purwosari, Kediri, Jawa Timur dan Agus Mulyadi, 37, warga Pucangsimo, Bandar, Jombang, Jawa Timur. Petugas lantas membawa truk tronton milik perusahaan jasa transportasi PT Silver Line Trucking Service yang mengangkut gula rafinasi seberat 30 ton milik PT Sentra Usahatama Jaya (SUJ) ke Mapolres Semarang.

Seorang karyawan Silver Line, Roby, 32, warga Gayamsari, Semarang, mengatakan, truk yang dibajak tersebut disopiri Ahmad, 30, warga Lasem. Truk awalnya berangkat dari pabrik SUJ di Cilegon tujuan Surabaya, Selasa (30/6) malam. Sampai di di kawasan Klari, Kerawang, Jawa Barat, truk dicegat dua pelaku yang modusnya minta tumpangan.

Dalam perjalanan, kedua pelaku memaksa mengambil alih truk. Sopir truk ketakutan karena diancam akan dihabisi, sehingga terpaksa menurut. Sampai di tol Pejagan, Brebes dua tersangka membuang sopir truk dalam keadaan terikat lakban. “Ahmad kemudian ditolong warga dan melapor. Perusahaan melakukan pelacakan melalui GPS (global position system). Begitu masuk kawasan Semarang, saya sempat ikut mengejar pakai truk juga dan melapor ke polisi PJR,” katanya.

Saat dilacak, truk terpantau menyusuri pantura menuju Semarang. Begitu masuk tol Manyaran Semarang menuju arah Solo, kru Silver Line langsung melakukan pengejaran menggunakan truk. Selain itu juga meminta bantuan unit PJR Polda Jateng yang bertugas di pintu tol Manyaran untuk melakukan pengejaran. Truk lolos hingga keluar di pintu tol Banyumanik menuju ke Ungaran. Lolosnya pengejaran karena informasi yang masuk ke polisi simpang siur, informasi awal truk tronton, trailer dan boks. Setelah diketahui truk tronton boks akhirnya akhirnya petugas Satlantas Polres Semarang berhasil mencegat truk tersebut di tanjakan Merak Mati. “Begitu jelas itu truk yang dicari, langsung kami kejar dan kami hadang. Pelaku tidak bisa berkutik lagi dan kami amankan,” kata petugas Satlantas Polres Semarang, Iptu Agus JK.

Dua tersangka kemudian digelandang ke Mapolres Semarang beserta barang bukti truk lengkap dengan muatan gula. Hasil pemeriksaan muatan gula diperkirakan sudah berkurang, karena segel pada pintu truk sudah terbuka. Kepada polisi kedua tersangka mengaku sengaja merampok truk tersebut untuk dijual lagi. “Saya kenal sopir truk itu jadi waktu saya nunut menumpang dia tidak curiga, saya alasan menumpang untuk pulang kampung. Saat beraksi kami juga tidak pakai senjata, hanya pakai tangan. Rencananya hasil rampokan dijual dan bagi rata,” kata tersangka Margono Putro.

Kapolres Semarang, AKBP Latif Usman mengatakan, kendati penangkapan dilakukan di Bawen, namun karena lokasi kejadiannya ada di daerah lain, maka tersangka dan barang akan diserahkan ke Kepolisian di lokasi kejadian. Kendati demikian pihaknya tetap melakukan pendataan dan identifikasi tersangka beserta barang buktinya. “Setelah kami indentifikasi dan kami data keterangan, dua tersangka dan barang bukti kami serahkan ke kepolisian lokasi kejadiannya,” katanya. (tyo/fth)