CERAMAH: Ketua MUI Demak, KH Muhammad Asyiq saat mengisi program pengajian Ramadan in Office di Pendopo Kabupaten Demak. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)
CERAMAH: Ketua MUI Demak, KH Muhammad Asyiq saat mengisi program pengajian Ramadan in Office di Pendopo Kabupaten Demak. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)

BULAN puasa Ramadan menjadi momentum untuk mendekatkan diri pada Allah SWT. Berbagai kegiatan pun dijalankan Pemkab Demak. Diantaranya, program pengajian Ramadan in Office dan salat tarawih keliling diwilayah Kota Wali yang tersebar di 14 desa di 14 kecamatan. Gelaran pengajian untuk seluruh karyawan dan karyawati, utamanya para pegawai negeri sipil (PNS) dilingkungan Pemkab Demak ini bertujuan untuk pembinaan mental serta spiritual para pegawai tersebut.

WAHIB PRIBADI, Demak

SIRAMAN rohani diisi para penceramah yang telah dikenal. Antara lain, Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) Cabang Demak yang juga mantan Wakil Bupati KH Muhamad Asyiq, Pengasuh Ponpes Fathul Huda, Desa Sidorejo, Kecamatan Sayung KH Zaenal Arifin Maksum dan kiai lainnya. Pengajian yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Jalan Kiai Singkil Nomor 7 Kota Demak tersebut dijadwalkan tiap Jumat yakni tanggal 19 dan 26 Juni serta 3 dan 10 Juli.

Kabag Humas Pemkab Demak, Daryanto mengatakan, pengajian Ramadan in Office dinilai sangat penting dalam meningkatkan iman dan taqwa karyawan Pemkab Demak. Selain itu, Pemkab selama Ramadan juga menggelar salat tarawih keliling diikuti kalangan muspida, dinas, instansi, staf ahli, asisten, bagian, unsur BUMD hingga camat dan kepala desa. Salat tarawih tersebut dibagi dua tim. Yakni, tim pertama dipimpin Bupati, Ketua DPRD dan Kejaksaan Negeri. Sedangkan, tim kedua dipimpin Wakil Bupati, Sekda, Kapolres dan Pengadilan Negeri (PN). “Pemkab juga menggelar silaturahmi dengan anak-anak yatim piatu dipanti asuhan. Kemudian, pembagian zakat fitrah yang dilaksanakan pada pekan akhir bulan Ramadan. Dalam kesempatan itu nanti, ada penyerahan secara simbolis oleh Bapak Bupati Dachirin Said kepada mereka yang berhak menerima bertempat di halaman Setda Demak,”katanya.

Pada Ramadan tahun ini, Pemkab juga menggelar silaturahmi ulama dan umara yang juga pada minggu akhir di Pendopo. Selain itu, ada agenda salat Idul Fitri bersama muspida dengan masyarakat pada 1 Syawal 1436 hijriyah di Masjid Agung Demak. Kemudian, rangkaian kegiatan berikutnya berupa silaturahmi muspida dengan Gubernur Jateng. Setelah itu, menggelar open house di Pendopo Kabupaten. Selain kegiatan tersebut, Pemkab Demak juga mengapresiasi berbagai aktifitas Ramadan yang dilaksanakan dilingkungan Masjid Agung Demak.

Selama Ramadan ini, masjid yang dibangun Walisongo terus melestarikan tradisi puasa dengan acara yang cukup padat. Diantaranya, salat tarawih dan witir 23 rakaat sebulan penuh. Dalam salat ini cukup istimewa karena imam salat membaca ayat-ayat Alquran hingga 1 juz setiap malamnya sehingga bisa khatam 30 juz pada akhirnya. Selain tarawih, kegiatan lainnya adalah tarkhiman. Yakni memulyakan orang-orang yang akan sahur.

Ketua Takmir I Masjid Agung Demak, H Abdul Fatah mengatakan, tarkhiman merupakan panggilan untuk sahur bagi kaum muslim yang berpuasa. Tradisi ini dijalankan mengingat sahur adalah sunah Rasul. “Tasakharu fainnama fisakhuri barokah (sahurlah kamu karena dalam sahur itu terdapat barokah),”katanya.

Tarkhiman dijalankan setiap pukul 02.30 hingga 03.30. Setidaknya, ada 3 petugas tarkhim yang bergiliran setiap 10 hari sekali. Meski tarkhiman tampak makin jarang dilaksanakan dikampung-kampung, tapi di Masjid Agung Demak tetap menjadi tradisi yang tidak bisa ditinggalkan. Di Masjid Agung Demak juga digelar salat tasbih pagi hari pukul 07.00 tepat pada 17 Ramadan. Ini untuk mengingatkan bahwa pada tanggal tersebut adalah turunnya Alquran. Sedangkan, mulai malam tanggal 21 Ramadan dijalankan malam selikuran dengan cara diisi dengan I’tikaf dan salat tasbih bersama masyarakat pada tengah malam antara pukul 24.00 hingga pukul 01.30.

Para jamaah dari berbagai daerah biasanya memanfaatkan waktu tersebut untuk berburu berkah sehingga menyematkan diri datang ke masjid bersejarah tersebut. Malam likuran juga dilangsungkan pada malam ganjil lainnya. Yaitu, pada tanggal 23, 25, 27 dan 29 bulan Ramadan. Para imam salat tasbih antara lain KH Muhamad Asyiq, KH Ahmad Said, KH Abdullah Zaeni dan KH Saefudin Al Hafidz. “Salat tasbih ini sebagai bentuk rasa syukur kita pada Allah SWT yang telah memberikan nikmatnya. Sedangkan, I’tikaf ini juga penting sebagai media untuk merenung atas apa yang sudah kita lakukan selama ini dengan cara berdzikir dalam hati,” tambahnya.

Menurutnya, pada malam 21 Ramadan nanti Pemkab Demak melalui Bagian Kesra akan menggelar parade qori qoriah sehabis salat tarawih. Mereka akan membaca Alquran secara grup atau berduet. “Ini juga untuk menyongsong malam Lailatul Qodar pada 10 hari terakhir di bulan Ramadan,” tambahnya.

Dia menambahkan, selama puasa ini, Masjid Agung juga mempunyai kegiatan pemberian ta’jil baik dari takmir maupun dari para sukarelawan. Setidaknya, tersedia 250 bungkus makanan siap saji setiap sorenya. Ta’jil dibagi setelah pengajian setelah Ashar hingga menjelang maghrib. Pengajian kitab kuning juga menjadi kegiatan rutin tiap Jumat siang dan sore hari. Yaitu, kitab fikih dan kitab tafsir Al Ibriz serta kitab hadist. “Masjid Agung Demak juga membuka penerimaan zakat fitrah mulai tanggal 21 Ramadan untuk umum. Zakat itu nanti akan disalurkan kepada yang berhak menerimanya,” tambahnya. (*/fth)